Api Unggun di Kundang Wetan

0
1214
Ilustrasi By Crew

Oleh: Ach. Zainudin

Angin malam berkecemuk di pantai Kundang Wetan
Air perlahan berjatuhan ke perut bumi
Api unggun mulai menyala menghangatkan suasana gigil
Malam masih gelap dengan mendung yang menghitam.

Para peserta camping bersenang-senang
Dalam kesedihan
Api unggun berkobar terbakarnya butir-butir garam
Lantunan sholawat berdendang,menggetarkan pantai Kundang Wetan,
Air langit perlahan hilang sebab sebuah keajaiban.

Api terus melalap kayu, hatiku terbakar oleh api cemburu
Menghanguskan kenangan masa kelam,
Tenggelem bersama larutnya malam
Rasaku hambar karena tak kunjung tercetuskan pada
Sang pujaan.

Bulan ditutupi mendung yang menghitam
Buat suasana di Kundang Wetan mencekam
Labirin telah dituangkan pada secuil pena hamparan.

Oh Kundang Wetan kueja setiap hembusan nafasmu dalam lautan samudera diabadikan oleh senja tak kunjung sempurna oleh bulan purnama.

Berkobar semngat membara desiran angin menusuk tulang sumsum kuhabiskan semangat namun tidak mudah terpikat oleh kata tak bermartabat, paras tubuhmu melekat dalam Pikiranku,
Buatku tersenyum dipintu harapan.

Oh Kundang Wetan ada hasrat yang tak tersampaikan
Karena faktor ketidak pekaan
Menghunus waktu di akhir pekan
Menjadikan langit tak terpisahkan oleh mendung yang hitam.

*** Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Prodi PBSI. Ia suka menulis puisi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Berbagai karyanya telah di terbitkan di media online dan cetak.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here