
MEDIARETORIKA.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Intelektual (PI) STKIP PGRI Sumenep mengadakan kajian rutin. Kajian rutin ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan public speaking anggotanya. Bertempat di taman Adipura Sumenep, Selasa (15/08/2023).
Kajian rutin ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Sedang kali ini mengusung tema “Artificial Intelligence sebagai Elemen Penting dalam Meningkatkan Daya Saing di Bidang Riset”.
Narasumber yang dihadirkan dalam kajian ini adalah Salamet., dosen STKIP PGRI Sumenep yang ahli di bidang penelitian dan riset.
Pada kesempatan itu, dirinya menjelaskan tentang cara menggunakan Ai dengan bijak. Sebab, meskipun dapat membantu pekerjaan manusia, ada dampak negatif yang bisa ditimbulkan.
“Ai bisa mematikan kreativitas kita. Ucapnya pada peserta.
Noris Sabit, ketua umum UKM PI STKIP PGRI Sumenep, mengatakan bahwa kajian rutin ini merupakan program yang sudah berjalan sejak lama dan merupakan warisan dari para senior. Menurutnya, kajian rutin ini sangat bermanfaat untuk mengasah potensi anggota UKM PI dalam berfikir kritis dan melatih public speaking dengan baik.
“Kajian rutin UKM PI yang diselenggarakan setiap hari Selasa. Itu memang program jangka panjang kita dari dulu. Karena kita ketahui bahwa salah satu orientasi dari UKM PI adalah melatih public speaking anggota, serta meningkatkan daya pikir yang kritis sehingga mampu meningkatkan intelektual mereka.” ujarnya.
Noris juga menambahkan bahwa di kampus STKIP PGRI Sumenep belum ada wadah yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang IT, termasuk AI. Oleh karena itu, dengan adanya kajian ini, diharapkan anggota UKM PI dapat mengikuti perkembangan AI dan memanfaatkannya dengan baik, bukan malah diperbudak oleh AI.
“AI merupakan kecerdasan buatan yang saat ini banyak digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, termasuk mahasiswa. Namun kita harus sadar bahwa AI juga memiliki kekurangan dan ancaman yang bisa merugikan kita jika kita tidak bijak dalam menggunakannya. Kita harus tetap berpikir kritis dan tidak terlalu bergantung pada teknologi,” imbuhnya.
Salah satu anggota UKM PI yang ikut dalam kajian ini adalah Andi Najmi. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru tentang AI dari narasumber. Ia juga menyadari bahwa AI bisa menjadi alat yang membantu atau menghambat mahasiswa dalam belajar.
“AI merupakan kecerdasan buatan yang memang mempermudah pekerjaan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya, namun secara tidak langsung dan jauh dari alam sadar mereka, mereka tidak tahu bahwa dengan menggunakan AI itu sangat berdampak buruk bagi mereka. AI bisa menghapus pola pikir kritis mahasiswa jika mereka tidak selektif dalam menggunakannya,” tuturnya.
Reporter: Nuril
Editor: Hasan











