Percakapan Senja

0
867
Sumber Foto: Pinterest

Puisi-Puisi Feri Aprillah

Lima Bait

 

Bait I

Laksana waktu melesat,

Laksana jarak mengikat,

Wajahmu tetap purnama bergentayangan

Menelusik dalam jiwa.

Bait II

Aku meraung-raung memanggilmu

Di keheningan malam membungkus

Rindu menggebu. Sedang matamu

Bintang gemintang menghias langitku.

Bait III

Semestaku adalah kehampaan

Bila hadirmu jauh,

Alamku senyap bila tak ada senyum

Dan canda tawamu.

Bait IIII

Adalah dirimu, pemilik hati.

Adalah dirimu kekasih sanubari.

Adalah dirimu pelipur kala sepi.

Adalah dirimu calon istri.

Bait IIIII

Bolehkah aku memanggil sukmamu,

Menyatukan dengan rindu

Memadukan dengan candu

Menciptakan restu.

 

Sumenep, 10 juni 2023

 

Pertemuan

 

Kala itu gadis berkalung mutiara

Keluar memakai gaun islami

Mengepakkan sayap menjelmakan candu

Menyihir mata memandang

Memberi kenikmatan.

“Oh, inikah bidadari surga itu yang di sebut-sebut di kitab kuning yang di jelaskan guru?”.

Pertemuan tergelar beberapa saat saja

Meninggalkan candu sejagat raya.

Dirimu menelusik menghantam jantung

Masuk dalam rongga hati dan bersemayam.

“Oh tuhan, aku jatuh cinta pandangan pertama! Siapakah gadis berkalung mutiara itu yang telah kau haturkan dan menitipkan benih cinta?”.

 

Sumenep 10 juni 2023

 

 

Aku Ingin

 

Aku ingin memilikimu dengan cara sederhana

Tidak dengan cara mantanmu terdahulu.

Aku ingin mengisi hatimu dengan cara mendoakan

Tidak dengan mantanmu yang mengucapkan kata rayuan.

Aku ingin melihat senyummu dengan tulus

Tidak dengan masalalumu yang memaksa.

Aku ingin bertemu di pelaminan

Tidak dengan mantanmu yang marah jika tak tergelar temu.

 

Sumenep 1 juni 2023

 

Percakapan Senja

 

Hamparan senja menyelimuti arah barat,

Kita duduk sambil aku merangkulmu dan kau jatuh d pelukan hangatku.

“Ade, senja itu setia”. Ucapku.

“Hah, kok bisa”. Sambutmu sambil tercengang.

Matamu menelusik masuk ke dalam matamu ingin menyakinkan.

“Senja itu setia, kau tau ia tetap di arah barat menunggu malam menjemputnya dan kemudian ia akan tetap di sana sampai kelak matahari mengantikan perannya”. Tuturku.

“Eh iya juga yah”.

Lalu dengan gagah berani, aku membanggakan diri dan berucap.

“Senja itu seperti aku, yang akan setia menunggumu. Sampai kau menjemputku dan kita hidup berdua selamanya dan perpisah ketika bumi hancur dan bersama lagi di kehidupan selanjutnya. Tandasku.

Matamu berbinar dan simpul senyummu

Mengembang menyatu di keindahan senja yang mulai di jemput malam.

 

Sumenep 10 juni 2023

 

Gunung Merbabu

Seindah hamparan gunung yang ku pijak ini,

Seindah awan yang mengelilingi,

seindah hamparan langit yang menjulang tinggi,

Seindah senyumanmu yang menghinggapi.

Gunung merbabu adalah bukti kekuasaan tuhan

Dan kau adalah bukti keindahan ciptaannya.

Besok akan ku bawa dirimu

Menikmati puncak di temani awan, langit, gunung, burung-burung

Dan aku di sampingmu.

Sumenep 10 juni 2023.

Perjalanan di pakandangan

Seusai shubuh, selesai tunaikan sholat. Aku bersiap mengambil jaket lusuh

Dan mengendarai motor kesayanganku.

Jalan raya masih sepi tak ada tanda kehidupan

Aku melaju menembus angin

Ingin cepat sampai ke desa tempatmu.

Akhirnya, kita bertemu menikmati

Keindahan pagi, hamparan sawah, gunung berjajar,

Burung-burung berterbangan. Jalanan tak terlalu ramai.

Dan, senyummu juga baju pinkmu menghias memanjakan mataku.

“kamu cantik dela”. Bisikku dalam hati.

Aku terus melajukan motor.

Crk,crk,crk. Sesekali motorku meraung menandakan sial

Akan tiba. Ternyata benar, motorku mogok.

Kita duduk bersama menunggu

Bapak, aku senang, dan kesal terhadap motor.

“ah, dari dekat dirimu makin indah dela”. Gumamku dalam hati.

Sumenep 10 juni 2023.

Purnama

Wajahmu purnama menghias malamku,

Matamu bintang gemintang berkilauan

Menghantam semestaku.

Seberuntung ini diriku, memiliki gadis secantik dirimu,

Jelmaan bidadari.

Purnama yang selalu menemani,

Adalah jelmaan dirimu.

Bintang gemintang yang berkilauan,

Adalah jelmaan matamu menawan.

Aku akan terus ada untukmu,

Memandangmu dari bumiku.

Sumenep 10 juni 2023.

 

Tiada

Tiada yang indah dari puisi,

Kecuali senyummu.

tiada yang merdu dari lagu,

Kecuali ritme suaramu.

Tiada tempat nyaman,

Kecuali rumahmu.

Tiada pemandangan indah,

Kecuali binar matamu.

Tiada cinta yang besar,

Kecuali cintaku padamu.

Sumenep 10 juni 2023.

 

Cinta Terakhir

 

Kau adalah akhir,

Di lembar kisah cintaku.

Pemeran utama dalam karangan hidupku

Jantung dalam tubuh,

Darah urat nadiku.

Aku adalah akhir,

Tiada lagi bila usai

Hidup telah termaktub untukmu.

Jika kau ingin membunuhku,

Maka tinggalkan,

Aku akan terbunuh perlahan.

Kau adalah akhir,

Cinta terakhir.

Sampai ajal nanti

Kau akan tetap terakhir.

Sumenep 10 juni 2023.

 

 

 

*Feri aprillah, kelahiran sumenep madura, mahasiswa aktif pendidikan guru sekolah dasar. Penggiat sastra.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here