Puisi-Puisi Feri Aprillah
Lima Bait
Bait I
Laksana waktu melesat,
Laksana jarak mengikat,
Wajahmu tetap purnama bergentayangan
Menelusik dalam jiwa.
Bait II
Aku meraung-raung memanggilmu
Di keheningan malam membungkus
Rindu menggebu. Sedang matamu
Bintang gemintang menghias langitku.
Bait III
Semestaku adalah kehampaan
Bila hadirmu jauh,
Alamku senyap bila tak ada senyum
Dan canda tawamu.
Bait IIII
Adalah dirimu, pemilik hati.
Adalah dirimu kekasih sanubari.
Adalah dirimu pelipur kala sepi.
Adalah dirimu calon istri.
Bait IIIII
Bolehkah aku memanggil sukmamu,
Menyatukan dengan rindu
Memadukan dengan candu
Menciptakan restu.
Sumenep, 10 juni 2023
Pertemuan
Kala itu gadis berkalung mutiara
Keluar memakai gaun islami
Mengepakkan sayap menjelmakan candu
Menyihir mata memandang
Memberi kenikmatan.
“Oh, inikah bidadari surga itu yang di sebut-sebut di kitab kuning yang di jelaskan guru?”.
Pertemuan tergelar beberapa saat saja
Meninggalkan candu sejagat raya.
Dirimu menelusik menghantam jantung
Masuk dalam rongga hati dan bersemayam.
“Oh tuhan, aku jatuh cinta pandangan pertama! Siapakah gadis berkalung mutiara itu yang telah kau haturkan dan menitipkan benih cinta?”.
Sumenep 10 juni 2023
Aku Ingin
Aku ingin memilikimu dengan cara sederhana
Tidak dengan cara mantanmu terdahulu.
Aku ingin mengisi hatimu dengan cara mendoakan
Tidak dengan mantanmu yang mengucapkan kata rayuan.
Aku ingin melihat senyummu dengan tulus
Tidak dengan masalalumu yang memaksa.
Aku ingin bertemu di pelaminan
Tidak dengan mantanmu yang marah jika tak tergelar temu.
Sumenep 1 juni 2023
Percakapan Senja
Hamparan senja menyelimuti arah barat,
Kita duduk sambil aku merangkulmu dan kau jatuh d pelukan hangatku.
“Ade, senja itu setia”. Ucapku.
“Hah, kok bisa”. Sambutmu sambil tercengang.
Matamu menelusik masuk ke dalam matamu ingin menyakinkan.
“Senja itu setia, kau tau ia tetap di arah barat menunggu malam menjemputnya dan kemudian ia akan tetap di sana sampai kelak matahari mengantikan perannya”. Tuturku.
“Eh iya juga yah”.
Lalu dengan gagah berani, aku membanggakan diri dan berucap.
“Senja itu seperti aku, yang akan setia menunggumu. Sampai kau menjemputku dan kita hidup berdua selamanya dan perpisah ketika bumi hancur dan bersama lagi di kehidupan selanjutnya. Tandasku.
Matamu berbinar dan simpul senyummu
Mengembang menyatu di keindahan senja yang mulai di jemput malam.
Sumenep 10 juni 2023
Gunung Merbabu
Seindah hamparan gunung yang ku pijak ini,
Seindah awan yang mengelilingi,
seindah hamparan langit yang menjulang tinggi,
Seindah senyumanmu yang menghinggapi.
Gunung merbabu adalah bukti kekuasaan tuhan
Dan kau adalah bukti keindahan ciptaannya.
Besok akan ku bawa dirimu
Menikmati puncak di temani awan, langit, gunung, burung-burung
Dan aku di sampingmu.
Sumenep 10 juni 2023.
Perjalanan di pakandangan
Seusai shubuh, selesai tunaikan sholat. Aku bersiap mengambil jaket lusuh
Dan mengendarai motor kesayanganku.
Jalan raya masih sepi tak ada tanda kehidupan
Aku melaju menembus angin
Ingin cepat sampai ke desa tempatmu.
Akhirnya, kita bertemu menikmati
Keindahan pagi, hamparan sawah, gunung berjajar,
Burung-burung berterbangan. Jalanan tak terlalu ramai.
Dan, senyummu juga baju pinkmu menghias memanjakan mataku.
“kamu cantik dela”. Bisikku dalam hati.
Aku terus melajukan motor.
Crk,crk,crk. Sesekali motorku meraung menandakan sial
Akan tiba. Ternyata benar, motorku mogok.
Kita duduk bersama menunggu
Bapak, aku senang, dan kesal terhadap motor.
“ah, dari dekat dirimu makin indah dela”. Gumamku dalam hati.
Sumenep 10 juni 2023.
Purnama
Wajahmu purnama menghias malamku,
Matamu bintang gemintang berkilauan
Menghantam semestaku.
Seberuntung ini diriku, memiliki gadis secantik dirimu,
Jelmaan bidadari.
Purnama yang selalu menemani,
Adalah jelmaan dirimu.
Bintang gemintang yang berkilauan,
Adalah jelmaan matamu menawan.
Aku akan terus ada untukmu,
Memandangmu dari bumiku.
Sumenep 10 juni 2023.
Tiada
Tiada yang indah dari puisi,
Kecuali senyummu.
tiada yang merdu dari lagu,
Kecuali ritme suaramu.
Tiada tempat nyaman,
Kecuali rumahmu.
Tiada pemandangan indah,
Kecuali binar matamu.
Tiada cinta yang besar,
Kecuali cintaku padamu.
Sumenep 10 juni 2023.
Cinta Terakhir
Kau adalah akhir,
Di lembar kisah cintaku.
Pemeran utama dalam karangan hidupku
Jantung dalam tubuh,
Darah urat nadiku.
Aku adalah akhir,
Tiada lagi bila usai
Hidup telah termaktub untukmu.
Jika kau ingin membunuhku,
Maka tinggalkan,
Aku akan terbunuh perlahan.
Kau adalah akhir,
Cinta terakhir.
Sampai ajal nanti
Kau akan tetap terakhir.
Sumenep 10 juni 2023.

*Feri aprillah, kelahiran sumenep madura, mahasiswa aktif pendidikan guru sekolah dasar. Penggiat sastra.












