:poe lucka
Semisal pelukmu adalah candu
Maka kecupmu adalah racun
Yang menggerogoti tubuhku tanpa ampun
Ditemani sepi yang sunyi
Memoar pun kembali berdentang
Menyiksakan rindu yang laknat dan teramat
Aku ambigu,
Antara percaya atau luka
Sebab dalihmu
Memiliki rahasia dalam seribu prosa
Rinduku teramat sangat
Namun kau abaikan
Dengan sepucuk surat;
“kita harus bersekat”
“semua orang adalah mata mata”
Bagaimana aku tidak ambigu
Semua tentangmu
Mengganggu akal sehatku.
*Lucky-girl, nama pena dari Silviana Romadoni Putri. Perempuan baja yang tercipta oleh luka, ia yang terlahir dari keluarga sederhana penuh dengan tawa. Iya sedang merenung tentang apa arti pertemanan. Bersemayam dalam do’a dan sedang memulai proses diberbagai UKM Spectra. Jika anda bingung datangi saja gubuk kelas 1 E.












