Gigil Subuh yang Terjaga
Oleh : Nur Imamah
Selamat berlabuh di pulauku
Kali ini langit tak lagi teduh
Sebab petaka riuh dari segala penjuru
Apa yang kau tunggu lelaki?
Narasiku sudah sampai pada tubuh pagi
Menjelma darah meresap susup dalam aura
Meninggalkan gigil disetiap subuh saat aku terjaga
Apa yang kau tunggu lelaki?
Nafasku sudah lumpuh dikaki hari
Hujan dan secangkir kopi
Saksi bisu lelahnya mentari
Yang tetap mengatup dalam sanubari
Apa yang lebih nikmat dari...
Refleksi Puisi SDD
Karya: Ach. Faisol Amin
Mencintai angin harus menjadi siut…
Mencintai air harus menjadi ricik…
Mencintai gunung harus menjadi terjal…
Mencintai api harus menjadi jilat…
Mencintai cakrawala harus menebas jarak…
MencintaiMu harus menjadi aku..
Sajak ini ditulis oleh Sapardi Djoko Damono. Banyak karya beliau yang sudah dimusikalisasikan, seperti Aku Ingin, Hujan di Bulan Juni dan lainnya oleh Ari dan Reda dengan sensasi yang berbeda dari yang lain....
Hiking Story
Karya: Firdatul Aini
Namaku Dara, Ini adalah ceritaku di sepanjang lereng gunung bersama teman-temanku.
“Ayo Des semangaaat, ayok semuanya” teriakan Rico yang saat itu barada di paling depan, dan kebetulan menjadi leader dalam perjalanan itu.
“Go, go finish” beberapa teriakan teman lainnya juga terdengar saling menyemangati satu sama lain.
Kami semua adalah mahasiswa yang ada dalam naungan salah satu kampus yang berada di...
Menjadi Hebat
Karya: Faizah
Awan biru menyambut hari yang baru. Hembusan angin di pagi hari meniup debu jalanan yang penuh polusi. Burung-burung pun berkicau seakan bernyanyi. Ditemani dedauan yang ikut menari bersama. Kelopak mawar kini merekah. Semua riuk seolah meniadakan sepi di pagi hari.
Di suatu Desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga tersebut dikepalai oleh pak Ayyub, keluarga yang...
UAS Semester Genap Telah Berlangsung, Begini Pesan Waka 1 Bidang Akademik
MEDIARETORIKA.com-Sesuai surat edaran yang dikeluarkan Wakil Ketua (Waka) 1 Bidang Akademik STKIP PGRI Sumenep, nomor: 223/SE/A.4/STKIP PGRI/lV/2022, UAS semester genap dilaksanakan sejak tanggal 17-23 Mei 2022 untuk mahasiswa reguler, dan 23-27 Mei 2022 untuk mahasiswa RTL/Transfer.
Selama UAS berlangsung, mahasiswa dapat menggunakan laptop, komputer, gawai, dan wajib mengisi link evaluasi pembelajaran serta absensi yang disesuaikan dengan jadwal Program Studi (Prodi)...
KENYATAAN
Karya: Sri Dewi Wulandari
Di atas lembaran vertikal
Menatap satu titik sayu
Ketika percaya dunia berhenti
Membuat kalbu meronta-ronta
Seakan menghentikan putaran jam
Sedangkan dia di atas batu
Dedaunan menjadi saksi
Dan bertanya pada rembulan
Kegelapan meringkuk tubuhnya
Tetesan langit membuat dia sadar
Ini adalah sentuhan tangan ilahi
Yang membuat makhluk kembali
***Penulis_adalah mahasiswi STKIP PGRI Sumenep. Penulis bisa dihubungi melalui email: Sridewiwulandari15@gmail.com
Kado Kematian
Karya: Khollatul Jalilah
Ku habiskan gerimisku di sini, di Pantai Lombang, ku gantungkan separuh namamu pada senja walau tak nampak. Ah!, duniaku bagaikan kembang tidur yang menyulam mimpi, begitu sulit kutata dengan rapi.
“Gerimis” kataku kala itu, aku berhenti sejenak dari ayunan.
“Kenapa ?” tanyanya seraya melihatku.
“Kita nikmati saja gerimis ini, nantinya kita akan lihat begitu anggunnya kala gerimis bercumbu air laut”...
RIMBUN
Karya: Yuli Rahmawati
Batu besar terhampar ditimang akar
Memutih gigil di dekap tanah
Angin meraba ratusan kelamin yang tidur di tubuhnya
Musim tak pernah lalai membelai
Ia begitu piawai menyapa semua yang terhampar
Ranting menebarkan dedaunan
Mengisyaratkan kepulangan rerimbun
Yang berterbangan
***Penulis_ Lahir di Sumenep, 18, Agustus 2000. Beralamat di Desa Banaresep Timur, Lenteng. Saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di STKIP PGRI Sumenep. Email : yulirahmawatirahma3@gmil.com.
Aku di Jalan
Karya: Hosna
Aku di jalan
Panjang tanpa teduhan
Saat itu hujan datang
Bisa kau bayangkan
Lebih mudah mana
Menghindari tetes hujan
Atau kenangan
Aku di jalan
Panjang tanpa teduhan
Saat itu terik menghapus bayang
Bisa kau bayangkan
Lebih sanggup mana
Menahan panas atau rindu dalam badan
***Penulis_adalah mahasiswa PBSI semester 6
17 Tahun yang Tabu
Oleh: Riskiyatul Hasanah
Masih dengan suasana lebaran
Dengan lapang tiap dada saling mememaafkan
Seperti wanitaku yang hanya meninggalkan kenangan
Tak apa, asal dia pergi dengan lapang
Perkara bertahun-tahun silam yang murung
Seperti menghitung detak waktu yang diharap menjadi berkurang
Malah ia sibuk menambahkan diri
Memanjang seperti banyak harapan
Ada-ada saja
Yang mencipta bertingkah serba ada
Sedang yang dituntun
Menjadi akar paling rapuh dihidupnya
Jejak delapan orang yang berjajaran itu
Yang bergantian memikul
Yang diiringi...













