
MEDIARETORIKA.com-Menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini tidak kunjung usai, pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil, tahun ajaran 2020-2021, STKIP PGRI Sumenep, dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan).
Sesuai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Wakil Ketua (Waka) II Bidang Administrasi Umum dan Waka III Bidang Kemahasiswaan, pada 4 Januari kemarin menyatakan bahwa kampus STKIP PGRI Sumenep, dengan resmi dilockdown.
Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan UAS yang berlangsung sejak Senin (11/01) kemarin juga dilaksanakan Daring.
Menyikapi hal itu, tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh terutama bagi mahasiswa kepulauan.
Annisa Ramadhani salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) PPKn semester I, yang berasal dari kepulauan Gili Raja menyatakan bahwa dirinya terkendala jaringan internet.
“Kendalanya adalah jaringan yang kurang maksimal, kadang saya harus berpindah-pindah tempat agar mendapatkan jaringan yang bagus untuk mengerjakan tugas, seperti di dermaga pelabuhan, atau daerah yang agak tinggi,” jelasya saat di wawancarai melalui pesan WhatsApp (15/01).
Sehubungan dengan itu, mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Pamekasan bernama Slamet Riyadi Prodi PPKn semester I, mengatakan bahwa selain terkendala jaringan dirinya juga tidak memiliki laptop serta Smartphone yang kurang memadai.
“Kendalanya pada sinyal atau jaringan yang tidak stabil, serta saya tidak memiliki laptop serta samrtphone yang masih low,” ujarnya.
Berbeda dengan yang dikeluhkan mahasiswa, Matroni, M.Hum salah satu dosen Prodi PPKn mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kendala yang demikian, menurutnya semua itu hanya dikeluhkan oleh mahasiswa.
“Bagi saya tidak ada kendala apapun, baik dari jaringan ataupun yang lainnya, kendala sinyal hanyalah keluhan mahasiswa,” pungkasnya.
Reporter : Afra/rofi











