MEDIARETORIKA.com-Menindaklanjuti Pamflet penundaan yudisium semester ganjil, STKIP PGRI Sumenep, tahun ajaran 2020-2021, ketua panitia angkat bicara.
Suhartatik selaku ketua panitia mengakui bahwa pamflet itu memang dibuat oleh panitia, serta pihaknya juga akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) resmi.
“Sebenarnya masih ada info resmi, cuma dibuatkan pamflet dulu oleh sekretaris panitia agar cepat sampai infonya. Saya baru tanda tangan surat karena kebetulan tidak masuk,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, (Jum’at/12/03).
Dirinya juga menyampaikan alasan terkait informasi yang disebarkan secara mendadak itu.
“Memang mendadak tapi bagaimana lagi, kita kasihan pada angkatan 2013 khususnya yang harus ikut yudisium saat ini, banyak yang masih belum menyetor berkas, makanya ditunda,” terangnya.
Selain itu, perempuan yang sedang menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kaprodi PBSI) itu juga menyampaikan permintaan maaf terhadap peserta yang merasa dirugikan.
“Saya atas nama panitia mohon maaf apabila ada peserta yang merasa dirugikan, maka dari itu saya berharap pada peserta untuk memakluminya,” ucapnya.
Sedangkan mengenai SE resmi akan segera disebar oleh panitia secepatnya.
“Saya sudah menghubungi sekretaris. Surat nanti akan dikirim. Beliau masih ada di acara,” pungkasnya.
Reporter : Bsr/Bhr












