STKIP Resmi Keluarkan Surat Edaran Vaksinasi, Ketua BEM Angkat Bicara

0
1237
Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Nur Hayat

MEDIARETORIKA.com – Sebagai salah satu solusi pemerintah untuk menekan angka sebaran Covid-19, maka saat ini diterapkan vaksinasi bagi seluruh masyarakat.

Vaksinasi tahap pertama menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas publik yang lain. Sementara untuk vaksinasi tahap kedua menyasar masyarakat yang lanjut usia (Lansia), sedangkan untuk tahap ketiga yang telah berlangsung sekarang ini menyasar remaja, meliputi siswa dan mahasiswa, serta masyarakat umum.

Peraturan terkait vaksinasi tahap tiga ini, ditetapkan melalui surat edaran (SE) Bupati Sumenep, Nomor 440/1077/435.102.1/2021. Pada peraturan tersebut diimbau agar mahasiswa dan murid SLTP serta SLTA sederajat di Kabupaten Sumenep, segera melakukan vaksinasi.

Menindaklanjuti hal itu, STKIP PGRI Sumenep turut mengeluarkan SE pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pada Rabu (28/07/21). Proses vaksinasi tersebut, hanya dikhususkan bagi mahasiswa.

Surat edaran vaksinasi

SE dengan nomor: 280/SE/STKIP PGRI/VII/2021 itu, resmi dikeluarkan oleh Eny Apriyanti selaku Kepala Poliklinik STKIP PGRI Sumenep.

Pada proses pelaksanaan vaksinasi, Poliklinik STKIP PGRI Sumenep berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Selain itu, calon penerima vaksin adalah mahasiswa yang tinggal di wilayah daratan Kabupaten Sumenep, serta berusia minimal 18 tahun. Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, diimbau untuk segera mendaftarkan diri dengan batas waktu hingga tanggal 1 Agustus 2021.

Terkait ini, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep angkat bicara. Menurutnya pihak kampus harus benar-benar memperhatikan prosedur vaksinasi sesuai aturan, agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

“Saya harap, pelaksanaan vaksinasi bagi mahasiswa STKIP PGRI Sumenep harus sesuai dengan prosedur layanan vaksinasi,” ungkap Nur Hayat saat diwawancarai awak media, (28/07/21).

Selain memperhatikan prosedur vaksinasi dengan baik, dirinya juga menegaskan bahwa sasaran vaksinasi harus diverifikasi secara selektif.

“Betul-betul dapat memverifikasi mahasiswa yang memang benar-benar bisa divaksin,” pungkasnya.

Reporter: Nayla

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here