Webinar, UKM Pramuka STKIP Bahas Independensi Pramuka

0
637
Suasana Webinar, UKM Pramuka STKIP PGRI Sumenep

MEDIARETORIKA.com-Unit Kegiatan Mahasiswa Praja Muda Karana (UKM Pramuka) Ambalan Sultan Abdurrahman dan Raden Ayu Resmana Tirtonegoro, STKIP PGRI Sumenep, menggelar Web Seminar (Webinar) Bincang Santai Nasional (Bisnis), dengan tema “Independensi Pramuka Menuju Indonesia Maju” pada Minggu (15/08/21) pagi tadi.

Acara ini diikuti oleh seluruh anggota Pramuka STKIP PGRI Sumenep melalui virtual meeting, bersama Robby Zulpandi sebagai pemateri, selaku Purna Dewan Kerja Nasional.

Rofiqatul Hasanah sebagai Moderator pada acara webinar ini menegaskan bahwa, Pramuka adalah Organisasi Independen yang tidak berada dalam naungan apapun.

“Gerakan organisasi pramuka adalah organisasi yang independen, artinya tidak bergabung atau tidak berada di dalam naungan apapun, sebagai salah satu wadah atau wahana pembangunan khususnya bagi generasi muda Indonesia,” paparnya.

Ia juga menegaskan, bahwa pramuka memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi tangguh dan berbudi luhur.

“Pramuka di sini memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan generasi yang tangguh dan berbudi luhur, dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air,” tambahnya.

Dalam materinya Robby Zulpandi menyebutkan bahwa gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan karakter, seperti halnya yang tertuang dalam undang-undang gerakan pramuka nomor 12 tahun 2010.

“Undang-undang gerakan pramuka nomor 12 tahun 2010, telah mengatur bahwasanya memang bagaimana kita menjadi anak kandung pemerintah, karena gerakan pramuka adalah wadah pendidikan karakter untuk bisa mendidik situasi dan kondisi anak muda sekarang,” tuturnya.

Mengutip perkataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dia sampaikan bahwa pramuka tidak diperbolehkan menjadi bagaian dari politik.

“Pada saat itu pendiri-pendiri gerakan pramuka ini, pandu agung Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan bahwa pramuka memang jangan menjadi bagian dari politik karena memang bisa dikhawatirkan,” ungkapnya.

Tetapi dia menegaskan, selama tidak mengatasnamakan pramuka, menurutnya hal itu tidak menjadi persoalan.

“Yang pasti selama tidak mengenakan seragam pramuka menurut pandangan saya itu tidak menjadi masalah karena memang gerakan pramuka tidak melakukan agresi politik, tetapi secara personal mekanisme yang kita lakukan sudah bagian daripada politik, seperti di Gudep (Gugus Depan, red) saja teman-teman pemilihan Dewan Racana kemudian Dewan Ambalan, itu kan pasti melakukan lobi-lobi politik,” sebutnya.

Sementara Sahid Badri selaku Ketua Dewan Ambalan (KDA) Putra berharap, webinar itu menjadi pemicu semangat anggota gerakan pramuka menjadi garda terdepan untuk Indonesia emas 2045.

“Semoga apa yang sudah kita pelajari di diskusi kali ini bisa berguna, baik untuk diri sendiri, nusa dan bangsa sehingga Gerakan Pramuka berada di garda terdepan untuk Indonesia emas,” harapnya.

Reporter: Darwis

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here