Kaprodi PBSI Tuding Audiensi BEM Ditunggangi Kepentingan, Ketua BEM Sayangkan Itu

0
936
Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Nur Hayat

MEDIARETORIKA.com – Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Sumenep, Suhartatik, tuding Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep membawa kepentingan pribadi pada audiensi yang dilakukan waktu lalu terhadap pimpinan.

Tudingan tersebut disampaikan kepada awak media saat melakukan klarifikasi terkait pemanggilannya yang diduga tidak memegang teguh nilai-nilai profesionalisme dosen.

“Sepertinya ini (tuntutan, red) hanya sepihak, person, atau kepentingan pribadi,” Ungkap Suhartatik, dikutip dari Mediaretorika.com (13/08/21).

Menanggapi hal itu, Nur Hayat selaku Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Suhartatik selaku dosen dan Kaprodi PBSI itu.

“Saya sangat menyayangkan Ketua Prodi PBSI, jika mengatakan dalam audiensi ada kepentingan pribadi,” ucapnya (14/08/21).

Dirinya juga menjelaskan kronologi sebenarnya dari audiensi yang diduga mengusung kepentingan pribadi tersebut.

“Begini kronologi sebenarnya, Pascademonstrasi kemarin, ada teman-teman mahasiswa yang melaporkan ke saya bahwa Ibu Suhartatik menyampaikan suatu hal yang tidak baik terkait demonstrasi, tidak punyak etika, mengedepankan egonya, bangga terhadap jabatan. Kalimat seperti itu tidak baik untuk disampaikan kepada mahasiswa,” jelasnya.

Bahkan awalnya dia sempat meragukan hal itu, sehingga dirinya selaku pengurus BEM melakukan konsolidasi gerakan yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dari mahasiswa.

“Berdasarkan laporan teman-teman semester 4, saya masih belum percaya sepenuhnya. Saya adakan konsolidasi gerakan untuk menampung aspirasi mahasiswa apapun bentuknya itu, laporan, kebingungan, dan rekomendasi atau masukan dari mahasiswa, dan ternyata banyak mahasiswa yang mengamini tindakan yang dilakukan Ibu Suhartatik,” tambahnya.

Laki-laki yang juga menjadi mahasiswa aktif Prodi PBSI itu menyampaikan bahwa BEM hanya melakukan tugasnya sebagai media penyembung lidah antar mahasiswa dan pengelola.

“BEM secara kelembagaan merupakan induk dari Ormawa, maka harus menyampaikan keluh kesah yang disampaikan mahasiswa, ya seperti itu, tidak ada kepentingan apapun dibalik ini semua,”

Selain itu dirinya mempertanyakan kepentingan apa yang dimaksud oleh Suhartatik, sebab pada saat audiensi dirinya menuntut banyak poin yang kebetulan salah satunya tentang profesionalisme dosen.

“Saya mempertanyakan kepentingan pribadi yang dimaksud, wong kami membawa beberapa tuntutan yang kebetulan ada dirinya dan itu murni dari mahasiswa” Jelasnya.

Nur hayat juga menyampaikan bahwa semua usaha yang telah dilakukannya itu, tidak lain hanya untuk mendorong kemajuan STKIP PGRI Sumenep ke depan.

“Artinya kami lakukan itu demi kebaikan STKIP yang sedang proses alih status. Jadi ini merupakan salah satu cara kami untuk mengevaluasi segala kekurangan kampus agar benar-benar siap menuju universitas,” pungkasnya.

Reporter: Hsn

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here