Sebuah ruang persegi.
Di dinding, ku lihat banyak sekali gambar
yang sebagian warnanya mencoba kabur dan sebagian lainnya mencoba tetap tinggal dengan banyak alasan.
Layaknya kamar tanpa ventilasi.
Ruang ini juga pengap.
Namun antara aku dan banyak warna pada gambar itu.
Tak ada yang benar-benar mampu melangkah keluar pintu.
Lalu sewaktu-waktu.
Warna paling gelap menegurku.
“hei, selamat malam. Inikah Tuhanmu?”
Katanya sambil memegang gagang pintu.
*Penulis asal Giliyang, beberapa karyanya sudah dibukukan, diterbitkan di media online dan cetak. Sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP PPKn) STKIP PGRI Sumenep.












