Aku dan Sajak Usangku

0
740
Ilustrasi by Kompasiana.com

Oleh : Elang Kelana

Pagi menyapa bersama tiupan angin
Merenda kenangan yang semalam terjungkal
Aku hanya terdiam dan terdiam
Hanya mampu mengurai sajak usang

Entahlah
Sampai kapan semua ini berlaku
Mungkin sampai waktu menjemput usiaku
Atau ini hanya permainanmu wahai sang waktu

Lagi-lagi aku terpaku
Menatap langit yang sedari tadi menertawakanku

Siapa aku?
Aku hanya sebutir debu
Pantas saja kau dia dan mereka memandangku dengan mata sinis

Ya
Aku bukan siapa
Aku lahir dari sajak lusuh
Aku dibesarkan oleh kekata yang tercampakkan

Biarlah
Biarkan aku tetap seperti ini
Menyulam kata meski tak bisa kau mengerti
Biarkan merangkai kata lusuh ini

Akan aku nikmati tiap jengkal waktu
Yang perlahan seakan mengutukku
Aku tak pernah peduli apapun penilaianmu
Inilah aku dan sajak usangku

*Penulis berasal dari Lenteng Sumenep.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here