Happy weekend buat para readers yang masih setia asik berteman dan berselancar di media sosial. Seberapa sering kalian melihat postingan kata-kata yang di dalamnya terdapat self diagnosis atau analisis mengenai kondisi mental. “Seberapa overthinking kalian”, “Jika kalian merasakan ini, jiwa kalian perlu istirahat” itulah caption-caption yang sering dipakai dan menghiasi di media sosial, isinya cukup beragam menampilkan kondisi yang banyak dialami para remaja beranjak dewasa. Mengupas dari SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling awal dewasa sekitaran umur 20 -30 tahun, dewasa awal disini merupakan masa transisi dari remaja ke dewasa. Seseorang dalam rentang usia tersebut baru mendapatkan peran serta tanggung jawab untuk menerima kedudukan dalam masyarakat, bersiap untuk bekerja, melibatkan diri dalam hubungan sosial masyarakat dan tentunya menjalin hubungan dengan lawan jenis. Selain itu dalam jurnal tersebut juga dijelaskan beberapa ciri yang biasanya dirasakan saat mengalami fase dewasa awal. Salah satu cirinya yaitu masa dewasa awal merupakan masa yang penuh dengan masa ketegangan emosional, ketegangan emosional seringkali ditempatkan dalam ketakutan-ketakutan atau kekhawatiran-kekhawatiran.
Dari situlah mengapa para remaja yang mengalami fase transisi atau dewasa awal ini lebih banyak mengalami beberapa perasalahan mensurvive dirinya, maka tak jarang pada awal usia 20-an merasa hal itu benar-benar terjadi dan tidak sekedar kata-kata saja. Kekhawatiran yang dirasakan terkadang memang fatal tak jarang pula beberapa individu pada fase ini sering kali mengalami berbagai penyakit mental yang diakibatkan dari ketegangan emosional tadi. Para ahli sebenarnya tidak menyarankan kita untuk melakukan self diagnosis terhadap kondisi psikis kita namun seiring banyaknya konten yang ditampilkan di media sosial tak dapat dipungkiri juga hal itu akan terjadi dan banyak yang merasa dirinya sakit dan semakin terpuruk dengan keadaannya.
Sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan setelah mengetahui bahwa diri kita (kodisi mental) sedang tidak baik-baik saja, namun perlu diketahui yang pertama kali harus dilakukan adalah menemui psikolog jika dirasa cukup berat. Namun tidak ada salahnya jika kalian sudah merasa lelah dengan keadaan tidak usah menunggu diagnosis dari konten media sosial atau sampai dibawa ke psikolog, lekas istirahatlah tenangkan diri sejenak dengan berbagai hal positif. Disini saya akan mebagikan beberapa lagu yang menurut saya cukup membantu kalian dalam self healing atau penyembuhan luka batin dikarenakan mental yang tidak baik-baik saja, sebenarnya musik memang kerap kali digunakan untuk terapi agar kita lebih rileks. Maka tidak ada salahnya mencoba mendengarkan lagu-lagu ini dikala kalian merasa jatuh. Berikut adalah lagu-lagu yang cocok untuk self healing menurut penulis.
- Yura Yunita – Tenang
Lagu pertama hadir dari penyanyi sekaligus penulis lagu kelahiran 9 Juni 1991, wanita dengan nama lahir Yulia Rachma ini berhasil membawakan lagu tenang sehingga kita dapat menanggalkan rasa kekhawatiran yang tengah berkecamuk dalam diri. Lagu tenang sendiri mendapat 158 ribu like di kanal youtube untuk official video serta 7 ribu orang yang membanjiri kolom komentar. Untuk kalian yang sedang khawatir dengarlah lagu ini maka kalian akan merasa tenang. - Nadin Amizah – Beranjak Dewasa
Lagu kedua hadir dari penyanyi muda berbakat yang pandai menghipnotis dengan suara dan kata-kata bak mantra sihir yang mampu mengalirkan dan menghadirkan ketenangan dalam jiwa tentu saja lagu dari album selamat ulang tahun ini menjadi cerita pengiring yang dapat menemani kita beranjak dewasa, maka jangan merasa keadaan kalian sekarang adalah akhir melainkan sebuah awal yang harus diperjuangkan. - Kunto Aji – Rehat
Lagu yang dirilis tahun 2018 bersama lagu lain dalam album mantra-mantra. Rehat memang ampuh untuk menyadarkan kita untuk melepas segalah resah sejenak hingga kita tak perlu merisaukan semua yang terjadi, tenangkan hati semua ini bukan salahmu, jangan berhenti mari rehat dulu. - Feby Putri – Cahaya
Penyanyi yang sukses mebawakan lagunya terdahulu dimulai Halu, Usik dan kini lagu yang tak kalah epic dengan judul Cahaya, lagu ini mengingatkan kita bahwasanya cahaya yang paling terang adalah diri kita sendiri, saat terjatuh dan berada di tempat yang gelap maka penerang utamanya adalah diri sendiri. Lagu ini menyadarkan kita untuk selalu terang bercahaya di tengah kegelapan maka dari itu lekas bangkit. - Nosstress ft Guna Warman – Semoga Ya
Merasa gagal, merasa belum jadi apa-apa maka lagu indie yang satu ini patut mengambil alih perasaan kalian agar lebih baik lagi, lagu keluaran tahun 2017 ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian karena sempat viral menjadi backsound di lasah satu aplikasi video yang sedang hits. Lagu dengan alunan gitar yang tenang semoga hari ini lebih baik dari hari yang kemarin.
Itulah rekomendasi lagu yang dapat kalian dengarkan ketika lelah, ingin beristirahat sejenak dari kejamnya dunia, hidup bukan perlombaan yang manakala jika sampai duluan akan menjadi pemenangnya melaikan tentang siapa yang bisa bertahan sapai akhir, selamat mendengarkan di platform favorite kalian. Yuk bangkit!
** Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) semester 3. Aktif berkegiatan di organisasi Mahasiswa Peduli Sosial (MPS).












