MEDIARETORIKA.com-Akibat beredarnya video mesum yang diduga mirip anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD setempat (21/10/2021).
Massa aksi tersebut mendesak agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan langkah tegas dalam mengungkap fakta tentang kebenaran video mesum itu.
Massa aksi juga menuntut agar BK DPRD mengumpulkan beberapa bukti serta meminta keterangan kepada beberapa saksi guna mencari titik terang dalam persoalan video yang dinilai isunya semakin liar.
Berdasarkan pantauan awak media ini, massa aksi nampak berlangsung lama menyampaikan orasi, namun BK DPRD tidak kunjung menemui.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) DPRD Sumenep, Bintoro mengungkapkan, bahwa ketidakhadiran BK untuk menemui massa aksi dikarenakan sedang menjalani tugas yang tidak dapat diganggu.
“Saya di sini atas petunjuk pimpinan, menyampaikan permohonan maaf. Sesuai dengan hasil koordinasi kami kemarin dengan bapak kepolisian, bahwa sampai tanggal 25 ini masih ada kegiatan kedewanan yaitu pembahasan raperda APBD 2022. Sehingga sampai tanggal 25 mohon maaf beliau-beliau tidak bisa diganggu,” katanya, saat menemui massa aksi.
Ardhiyanta Alzi Chandra selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi mengatakan bahwa, jika video mesum tersebut benar adanya dilakukan oleh anggota dewan, seharusnya BK mampu memperjelas tidakan beserta sanksinya. Ardhi menilai, bahwa hal ini menjadi bukti ketidak mampuan DPRD menjaga citra dan integritasnya.
“Kalau semisal video mesum itu ada, seharusnya BK mampu memperjelas terkait tindakan dan sanksinya. Bahkan ini menjadi bukti bahwa dewan sudah tidak mampu menjaga citra dan integritasnya,” ungkapnya, saat diwawancarai awak media.
Reporter: Frq












