I/
Tanahku baur balur anyir darah
Nyawa ledak tumpah dari picu senapan penjajah
Berabad lamanya, berenang dalam peluh juang
Tak ada jatah untuk tidur menikmati liur-liur pada bantal kasur
Hanya kantuk yang remuk oleh amuk pelatuk
II/
O, di cakrawala garuda mendesah; kemerdekaan akan lahir, pada surat kabar, pada pidato bung di atas mimbar
Saka segera nyala, di tiang-tiang menjulang angkasa, yang kibarnya memeluk aceh hingga papua.
*** Penyair kelahiran asli Sumenep. Puisinya telah dibukukan di berbagai antologi.












