Satgas PPKS Baru Dibentuk, Satu Mahasiswa Ungkap Masalahnya

0
1254
Ilustrasi by Crew

MEDIARETORIKA.com-Baru satu bulan lebih Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) STKIP PGRI Sumenep dibentuk. Kini sudah terdapat satu mahasiswa yang berani mengungkapkan masalahnya. Terkhusus mengenai dugaan kasus pelecehan seksual.

Salah satu mahasiswa yang diduga menjadi korban, sebut saja nama samarannya adalah Mirna. Dia menceritakan, bahwa dirinya selalu dihubungi oleh salah seorang dosen berinisial S.

Dosen terkait selalu menghubungi Mirna dengan alibi menanyakan tugas kuliah. Padahal menurut mirna hal itu tidak perlu dilakukan.

Tidak cukup itu, S bahkan sempat meminta foto pribadi Mirna. “Boleh kirim fotonya, saya tidak tahu ketua kelasnya yang mana, karena yang WA saya banyak,” kata Mirna menceritakan pesan yang disampaikan S pada Mirna (10/04/2022).

Urusan kepentingan perkuliahan ini yang diduga menjadi pintu masuk S agar selalu memiliki kesempatan untuk menghubungi Mirna. Selanjutnya S meminta agar panggilan bapak sebagai dosen harus diganti dengan panggilan Mas.

“Dulu, dosen itu sering maksa saya ubah nama panggilan bapak menjadi mas. Setelah itu dia chat saya terus,” ucapnya.

Bahkan untuk melancarkan aksinya itu, ketika S bertemu dengan Mirna yang sedang bersama temannya, ia sering berkomentar bahwa dirinya cocok jika bersanding dengan Mirna.

“Mirna cocok kan sama saya,” ucap Mirna menirukan gaya bicara S.

Sempat di suatu ketika, Mirna diajak untuk menemani dosen tersebut berolahraga. Karena kebetulan waktu itu olahraga dosen bersamaan dengan waktu Mirna berkegiatan di dalam kampus.

“Itu mintanya lewat WA, karena kalau saya diajak ketemu saya tidak pernah mau,” katanya.

Usaha S mendekati Mirna tetap berlanjut. Bahkan sampai minta Mirna untuk bersedia menjadi tunangannya.

“Saya serius, kamu itu maunya ditemenin sampai lulus kuliah apa gimana? Ayo kalau kamu memang mau, biar saya tenang,” katanya menirukan.

Untuk menghindari kelakuan dosen yang tidak ia senangi itu, Mirna minta tolong temannya untuk diposting di akun media sosial miliknya. Tujuannya, agar dosen tersebut mengira bahwa Mirna sudah memiliki pacar.

“Dia berhenti menghubungi setelah saya semester 2. Sebenernya dia masih WA selama beberapa hari, cuma tidak pernah saya balas. Sebelum tidak saya balas, saya sampaikan bahwa kelakuannya itu tidak wajar,” ungkapnya.

Reporter: Timred

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here