Oleh: Muhammad Asqalani eNeSTe
Sebuah lubang Kursakoff,
Menggejala,
Mengganjal hingga ke iga,
Sepertiga tubuh terasa payah,
Basah tapi bukan basuh.
Ingatan-ingatan lusuh.
Memiuh bagai lindu,
Mencangkok sejenis limbung,
Yang tak harus pulang kampung.
Semua kabur,
Bentuk kasur,
Bentang tidur,
Tempat liur,
Segala yang tersungkur
Tak mampu dipekur.
Jika kau culik seluruh tubuhku,
Mungkin mataku hanya sesat pada kelu,
Tapi Kursakoff itu,
Yang sengaja kau siram ke kecambah otakku,
Membuat aku jadi ungu dungu.
Mengoyak nasib,
Dengan tangis yang kasip,
Seolah Tuhan tak lebih berhasil dari hansip
Pekanbaru, 2015 – 2022
*Penulis: Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran Paringgonan, 25 Mei 1988. Menulis sejak 2006. Adalah Pemenang II Duta Baca Riau 2018. Mengajar English Acquition di TK Islam Annur Bastari dan English Daily Conversation di Smart Fast Education. Ia belajar Bahasa Spanyol secara otodidak. Menjadi Mentor Menulis Puisi di Asqa Imagination School (AIS). Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER). IG: @muhammadasqalanie. Youtube: Dunia Asqa












