Ketua Senat Suhaidi Kabur, Indikator Penilaian Kandidat Ketua STKIP Tidak Jelas

0
1195
LENGANG: Pengendara motor sedang melintas di depan STKIP PGRI Sumenep, Sabtu 12/11 (Zainuddin/Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com – Tahapan penyampaian visi misi dan fit and proper test Calon Ketua STKIP PGRI Sumenep akan dilaksanakan Jumat (09/12/2022). Secara teknis, kegiatan ini akan dihadiri oleh semua dosen tetap. Kemudian, perwakilan pengelola hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setempat. Masing-masing unit dua orang perwakilan.

Pasalnya, semua undangan tersebut hanya berstatus sebagai audien. Sehingga, tidak memiliki hak bicara sama sekali. Lebih tepatnya, cukup berperan penyimak dalam keberlangsungan tahapan.

Berbeda lagi dengan jajaran Senat STKIP PGRI Sumenep serta Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Sumenep. Mereka, diberi kewenangan untuk melakukan penilaian terhadap jawaban kandidat. Tepatnya setelah diajukan beberapa pertanyaan oleh panelis.

“Tanggapan dan pertanyaan hanya bisa dilakukan oleh PPLP. Sedangkan senat, mencermati jawabannya,” ungkap Ketua Panitia Pemilihan Lilis Mariyatul Fitriyah, Kamis (8/12).

Ditanya mengenai mekanisme penilaian, Lilis menerangkan bahwa hal demikian disesuaikan dengan kualitas jawaban yang disampaikan kandidat. Kata dia, semakin jelas dan rasional penjabarannya, maka poin nilai akan penuh sesuai angka yang sudah ditentukan. Sebaliknya, jika hanya dijawab singkat maka poin nilai akan kecil.

“Panitia sudah menyediakan pertanyaan yang mengacu pada 9 standar nasional pendidikan. Jadi ada indikator yang harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Diminta keterangan lebih detail terkait indikator penilaian yang dimaksud, perempuan yang menjabat sebagai Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Matematika (PMTK) itu tidak berkenan menjabarkan. Pasalnya, hal itu bertujuan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan tahapan.

“Saya tidak bisa bocorkan secara detail. Jadi, saya hanya bisa kasih contoh dan analoginya seperti itu,” ucapnya.

Melalui penilaian itu, nanti akan dijadikan salah satu acuan pertimbangan PPLP PT PGRI Sumenep. Khususnya, dalam menentukan kandidat yang akan dipilih sebagai ketua.

“Nanti senat akan merekomendasikan ke PPLP. Tentu rekomendasi itu harus punya dasar,” imbuhnya.

Lain dari itu, visi misi yang disampaikan oleh Kandidat Ketua STKIP PGRI Sumenep, nanti akan ditanggapi oleh jajaran PPLP. Setelah itu, kandidat terkait diberi hak untuk merespon tanggapan PPLP tersebut.

“Hanya PPLP dan calon yang bisa berdialog. Senat dan peserta yang lain tidak boleh berbicara,” tandasnya.

Berupaya dikonfirmasi, Ketua Senat STKIP PGRI Sumenep Mohammad Suhaidi enggan memberikan komentar. Sebelumnya, yang bersangkutan sangat sulit dihubungi. Bahkan pesan WhatsApp media ini dibaca tanpa ada balasan. Termasuk juga, yang bersangkutan sempat menolak telpon mediaretorika.com.

Beberapa waktu kemudian, Suhaidi menanggapi telpon media ini. Hanya saja, dia irit bicara sehingga terkesan sengaja kabur dari tanggung jawab. Untuk diketahui, sikap serupa memang sudah sering dilakukan oleh Suhaidi pada beberapa kesempatan sebelumnya.

“Maaf saya sudah di rumah,” singkatnya sembari menutup akses telpon.

 

Reporter: Iqbal/Nai

Editor : Gusti

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here