Wali Mahasiswa Ungkap Kekecewaan Terhadap Kampus

0
1334
TAMPAK: Wali mahasiswa saat diberikan kesempatan berbicara, pada Kamis (16/02/23). (Dani/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Salah satu wali mahasiswa menyuarakan kekecewaan terhadap Kampus STKIP PGRI Sumenep. Kekecewaan itu dilatarbelakangi karena anaknya tidak mendapatkan KIP Kuliah, padahal informasi yang diterima olehnya setiap pendaftaran KIP-K di STKIP PGRI Sumenep pasti lolos.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Menurutnya, salah satu alasan dirinya mendaftarkan anaknya ke kampus yang berjuluk Tanéyan Lanjhâng itu karena adanya KIP-K.

“Informasi KIP-K di STKIP PGRI Sumenep, sudah saya dengar sejak anak saya masih di bangku sekolah kelas 2. Katanya kalau sudah lulus langsung daftarkan di STKIP dengan jalur KIP-K, karena pasti lolos. Bahkan saat anaknya sudah kelas 3 dipastikan kembali apakah sudah mendaftar,” terangnya, pada Kamis (16/02/23).

Menurutnya, dirinya akan kesulitan untuk membiayai perkuliahan anaknya jika tidak dibantu Beasiswa. Karena ia berkerja hanya sebagai petani saja yang tidak mempunyai penghasilan tetap.

Bahkan dirinya merasa sangat terkejut saat anaknya tidak lolos KIP-K, Kemudian diminta membayar biaya perkuliahan dengan total sekitar 6 Juta.

“Olléya Kamma péssé kaulâ pak, kaulâ péra’ réng tani (baca: saya harus dapat uang dari mana pak, saya hanya seorang petani),” ucapnya dengan bahasa Madura.

Dirinya juga mempertanyakan apakah masih ada kesempatan mendapatkan KIP-K di semester dua dan semester berikutnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Ketua STKIP PGRI Sumenep menjelaskan terkait alur pendaftaran di STKIP PGRI Sumenep. dari awal sampai dinyatakan sebagai mahasiswa. Namun terkait pelolosan mahasiswa penerima KIP-K, tidak ditentukan Oleh kampus. Melainkan ditentukan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

“Kami cuma beriktiar mengajukan KIP-K. Termasuk kami sudah ajukan semua mahasiswa yang mendaftar KIP-K. Namun yang menentukan bukan dari Kampus. Ini tergantung rezeki masing-masing,” tanggapnya.

Hal Senada disampaikan oleh Wakil Ketua 3 Bidang Administrasi Umum. Menurutnya pihak kampus sudah mengusahakan sebaik mungkin dalam persoalan KIP. Bahkan sempat di tahun 2020 semua pengaju KIP-K dinyatakan lolos.

“Sebenernya masih ada beberapa beasiswa lain yang ada di STKIP PGRI Sumenep, yaitu beasiswa yatim piatu dan Fakir miskin. Namun, untuk KIP hanya bisa menggantikan mereka yang berhenti atau tidak bisa menjaga IPK-nya,” jelasnya.

Reporter: Dani, Zubairi

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here