Puisi-puisi Zubairi: Immu

0
785
Photo by Alif.ID

Immu

Elegi malam adalah mata yang tak pernah tamat mengundang pulang.

Kakinya mengandung Sir, serap sari dari dunia yang kalah sebagai Hamba.

Waktu yang serupa kasih, tapak kami dibalut tangan berpeluk amin cinta.

Maka sebelum kaki kami genap, kasih ibu berwarna iba. Entah almanak ke berapa yang mampu mengusir doanya.

Sumenep, 2023

Nduri

Enam langkah dari pintu yang sethawil pagarmu. Melangkahlah kami sejarak rindu lama. Pulanglah kami dari padang dan gunung gersang.

Hari boleh beranjak bulan. Bulan menyusun tahun. Kepadamulah An, dada dari anak tanah pulang memangku tangan
Merawat dahaga dada lewat sittah adalah kaki kami masih penuh tanya.

Gantung.

Sumenep, 2023

Buna

Menggalah dido’a
Untuk harga dunia

Sesekali disendat
Kepatahan tanduk kerapan

Pulang ke kampung membawa
Anak dari jadah semalam.

Sumenep, 2023

*Penulis bernama Ach. Zubairi, Sekarang sedang menempuh pendidikan Strata-1 di STKIP PGRI Sumenep. Tepatnya, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI). Ia juga aktif di organisasi intra kampus LPM Retorika

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here