Geruduk Isu Wacana Pilkada Tidak Langsung, BEM UPI Sumenep Gelar Konsolidasi Terbuka

0
194
MELINGKAR: Konsolidasi terbuka menyoal isu pilkada tidak langsung oleh mahasiswa UPI Sumenep dipimpin oleh presma UPI Sumenep/Hidayat (Arul/Mediaretorika.com) Minggu (11/01/26).

MEDIARETORIKA.com– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Sumenep (UPI) menggelar konsolidasi terbuka menyoal isu wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak langsung. Berlangsung di halaman kampus setempat, Minggu (11/01/26).

Presiden Mahasiswa (Presma) UPI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah menegaskan wacana Pilkada tidak langsung akan semakin menggerus esensi demokrasi. Menurutnya, keterlibatan publik dalam menentukan pemimpin adalah pilar utama yang tidak boleh ditawar.

“Wacana Pilkada tidak langsung ini akan semakin melunturkan partisipasi publik dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Baca Juga: Kukuhkan Pengurus Anyar, Wajah Baru LPM Retorika Siap Dobrak Isu Kampus

Ia menambahkan, meski secara konstitusional memungkinkan, langkah tersebut dianggap merampas hak pilih rakyat. Jika rakyat tidak dilibatkan dalam menentukan pemimpinnya, maka masyarakat kehilangan legitimasi untuk mengontrol atau menyoal kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Meski secara konstitusional sah, hal ini mencederai kedaulatan rakyat. Ketika rakyat tidak mengenal pemimpin mereka seperti apa, maka siapa yang akan mengontrol jalannya demokrasi?,” tegasnya.

Hidayat juga menekankan persoalan ongkos politik maupun konflik horizontal seharusnya diselesaikan dengan perbaikan sistem, bukan dengan mengganti metode pemilihan menjadi tidak langsung.

“Kalau alasannya untuk menghemat dana negara, ongkos politik, dan konflik horizontal, mengapa tidak sistem pemilihannya yang diperbaiki? Kenapa malah mengubah sistem pemilihannya?,” bebernya.

Senada dengan hal itu, Imam Suhartono, salah satu mahasiswa UPI Sumenep, menyebutkan bahwa hak suara adalah satu-satunya instrumen kekuatan yang tersisa di tangan rakyat. Jika hak tersebut dicabut, maka eksistensi warga negara dalam sistem demokrasi akan pudar.

“Saat ini rakyat cuma punya hak suara. Jika itu juga dihapus, maka hilang sudah eksistensi rakyat yang hidup dalam negara demokrasi,” jelas Imam.

Rekomendasi Lainnya: UKM Mayapada Ajak Siswa Ikuti Outbound Bertema Petualangan Alam

Senyampang, Hidayat turut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa UPI, untuk ikut menyuarakan isu ini. Sebab, menurut Hidayat wacana Pilkada tidak langsung akan berdampak langsung terhadap hak pilih masyarakat Indonesia secara umum, dan masyarakat Kabupaten Sumenep secara khusus.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyuarakan bahwa hak suara rakyat merupakan bagian penting dari tubuh demokrasi,” pungkasnya.

Reporter: Arul

Editor: Dita

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here