MEDIARETORIKA.com–Tinggal menghitung hari hingga pelaksanaan, eksistensi Olimpiade Matematika se-Madura (OKARA) ke-VIII tengah diupayakan oleh panitia untuk menjaring peserta.
Pasalnya, menjelang pelaksanaan acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Matriks Universitas PGRI (UPI) Sumenep tersebut, jumlah pendaftar belum mencapai target.
Ketua Panitia, Nuruddin mengungkapkan, rendahnya respons sekolah menjadi tantangan utama. Hal ini diduga akibat sempitnya waktu sosialisasi dan informasi yang belum tersampaikan secara masif kepada calon peserta.
“Hingga kini peserta belum memenuhi target. Namun, kami terus mengupayakan sosialisasi tambahan melalui surat resmi, media sosial, hingga koordinasi langsung ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: Geruduk Isu Wacana Pilkada Tidak Langsung, BEM UPI Sumenep Gelar Konsolidasi Terbuka
Ketua Umum HMP Matriks, Moh. Zainur Rahman menegaskan kegiatan akan tetap berjalan sesuai jadwal. Bagi Rahman, OKARA bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang pengabdian mahasiswa untuk membumikan matematika di Madura.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa matematika itu menakutkan. OKARA harus menjadi wadah yang menyenangkan untuk melatih berpikir logis dan sistematis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan bahwa kompetisi ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Khusus tingkat SD, panitia membaginya menjadi Level A dan Level B guna menyesuaikan perkembangan kognitif siswa agar kompetisi berjalan proporsional.
Dia berharap OKARA menjadi jembatan silaturahmi akademik antara HMP Matriks dengan instansi di Madura. Di samping itu, bagi internal organisasi kegiatan ini menjadi laboratorium kepemimpinan dan manajerial bagi mahasiswa.
“Harapan kami, OKARA menjadi agenda tahunan yang profesional dan berkelanjutan. Ini adalah ikon akademik HMP Matriks untuk mencetak generasi Madura yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya.
Reporter: Nadin
Editor: Syaif












