Sedihnya Alam

0
630
Ilustrasi by Sultan (Mediaretorika.com)

@Psycho_

Oleh: Malik Maulana Ibrohim

Ketika mendung mulai merangkak mendekat
Jangan salahkan cerah yang mulai menghindar menjauh
Menatap memikat melihat alam
Begitu sedih menangis pilu penuh amukan
Anginnya tak lagi semilir menyejukkan
Hujannya tak hanya rintik yang mengingatkan
Namun kali ini badai yang menjadi jawaban
Dengan gemuruh dan petir yang saling menyambar mencari sasaran
Jangan salahkan waktu bila ini menjadi cobaan
Karena waktu juga memberi jawaban dari hujan
Tentang pelangi yang melengkung indah di awan
Dan mentari yang mulai tersenyum menyapa,
setelah mendung mulai bosan bertahan

 

*Penulis lahir di Pamekasan, mulai menyukai dunia sastra dan kepenulisan terutama puisi saat masih duduk di bangku MTs kelas 1, berawal saat gurunya membacakan salah satu puisi fenomenal karya Chairil Anwar yang berjudul “Aku” dan salah satu karya dari Toto Sudarto Bachtiar yang berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”. Sejak saat itulah anak yang suka menyendiri ini menyukai dunia sastra.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here