Coba sesekali atur detakmu
Agar tak terlalu ketara ketika dia di sampingmu
Nadanya gusar
Mencari sesuatu yang sudah di depan mata
Mencakar-cakar keinginan
Supaya dia yang tuli bisa mendengar
Jantungmu basah
Sama seperti pertama kali mata kita bertemu
Tidak usah gusar
Kau aman jika dia masih buta kepekaan
Meniduri harapan memang sulit
Bagai menyembunyikan harapan
Biar hanya tuhan yang mendengar
Katakan
Jika cinta memang sering berperang
Merebut rasa yang sempat hilang
Agar dia tidak lagi terbang di lain pelukan
*Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Prodi PBSI, Semester IV












