Aku masih di sini
Berdiri sendiri
Di puncak rasa yang abadi
Bersama segurat mimpi-mimpi
Di batas harap kudekap bayang
Yang kian terkikis dan menghilang
Kala kelu kian memapah luka
Debar ini melebur dalam debur gulungan ombak
Menjadikannya irama kepedihan
Di bentangan samudra kehampaan
Aku
Mencoba melukiskan gambaran jiwa yang resah
Di atas butiran-butiran pasir yang basah
Namun lidah-lidah ombak itu menghapusnya
Dan hanya menyisakan buih-buih yang perih
Aku
Lalu berjalan menyusuri tepian senja
Merajut kembali setiap kata yang terluka
Merangkai dan membingkainya
Hingga menjadi sepenggal puisi hampa
*Penulis berasal dari Lenteng












