Meruntuh, Berperan Sewajarnya

0
1173
Ilustrasi by Soundcloud.com

Oleh: Akhidatul Avida

Seperti halnya yang kita ketahui, musik yang kita dengarkan dengan alunan yang indah ditambah dengan lirik yang serasi dapat menjadi media untuk mencurahkan perasaan dan ekspresi diri sehingga menjadi lagu yang dihasilkan sebagai bentuk perwakilan perasaan. Pujiharto berpendapat tentang fungsi musik itu sendiri cukup beragam, bisa untuk menghibur, menghilangkan stress, terapi atau pengobatan, sarana dakwah dan lain-lain. Semua fungsi itu dapat tersampaikan dengan baik jika ditambah lirik yang serasi sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh dan menjadi lagu yang dapat menggugah hati.

Dalam sebuah lagu tentu lirik mengambil peran yang sangat penting karena lirik lagu dapat menjadi media bagi pengarang sebagai betuk perwakilan isi hatinya dan melalui lirik lagu juga dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan itu. Permainan bahasa dalam lirik dapat berupa permainan vokal, penggunaan gaya bahasa hingga pemilihan kata dengan makna kata yang kuat agar pendengar semakin terbawa dengan apa yang difikirkan pengarangnya. Berbicara tentang lagu pada 1 Oktober 2021 yang lalu, terdapat lagu yang cukup hitz dengan judul “Runtuh”. Dilansir dari beritasubang.pikiran-rakyat.com selang dua minggu lagu ini dirilis sudah mendapatkan 5,7 juta viewers di platform Youtube.

Feby Putri musikus dibalik lagu ‘Runtuh’ memang tidak pernah gagal membawakan lagunya, hal itu dilihat dari beberapa karya sebelumnya sehingga membuat nama Feby Putri kian melejit di kancah industri musik Indonesia. Menggaet Fiersa Besari penyanyi yang terkenal dengan lagu fenomenal Celengan Rindu membuat lagu Runtuh ini semakin epic. Maka dari itu salah satu hal terbaik yang ada dalam lagu Runtuh ini adalah alunan musik dan liriknya yang berpadu dengan baik. Lagu ini dipenuhi kata-kata penenang untuk kita maka tidak salah jika sampai saat ini, setelah beberapa bulan lagu ini di rilis masih saja stay on playlist karena lagunya sendiri tergolong lagu yang easy listening. Sama seperti karya sebelum-sebelumnya Feby putri sukses menyihir para pendengar dengan matra di setiap alunan musiknya.

Mencoba Memafkan Diri.

Ku terbangun lagi, di antara sepi
Hanya pikiran yang ramai
Mengutuki diri, tak bisa kembali
Tuk mengubah alur kisah

Untuk memaafkan diri sendiri memang sulit namun dengan lagu ini, sedikit mencoba untuk melakukan beberapa hal yang bisa digunakan untuk melepaskan setiap beban, permasalah yang terjadi. Dalam lirik tersebut kita mencoba untuk mengutuki diri namun nyatanya hal itu sia-sia karena kita tidak dapat mengubah alur kisah yang telah berlalu karena pikiran yang ramai itu merupakan representasi dari berbagai permasalahan yang telah terjadi.

Mencoba Menerima Diri

Tak perlu khawatir, ku hanya terluka
Terbiasa ‘tuk pura-pura tertawa
Namun bolehkah s’kali saja ku menangis?
Sebelum kembali membohongi diri

Sering kali kita untuk menjadi diri sendiri, selalu mencoba tegar demi orang lain, mencoba bahagi untuk orang lain namun nyatanya itu semua bukanlah diri kita. Selalu berpura-pura itu tidak baik maka jangan merasa jika semua hal akan selalu baik-baik saja ekpresif itu perlu, selain untuk lebih memahami diri sendiri itu juga bagian dari bagaimana kita mengapresiasi diri kita sendiri. Jangan terlalu membiasakan menjadi orang lain menggunakan topeng yang bukan diri kita karena walaupun seperti itu semuanya akan tetap baik-baik saja.

Memahami diri

Ketika kau lelah, berhentilah dulu
Beri ruang, beri waktu
Mereka bilang, “Syukurilah saja”

Hal yang paling sulit memberi ruang dan waktu untuk rehat sedikit menenangkan pikiran yang terus menggrogoti diri. Terkadang kita lalai terhadap diri kita sendiri terlalu banyak kata “Syukurilah saja” kata-kata itu seperti dogma yang harus diakui semua orang, namun apakah kita tidak boleh untuk mengistirahatkan diri barang kali untuk sejenak? Itulah letak kesalahannya kata syukurilah saja memang cara terbaik untuk mengikhlaskan sesuatu. Tetapi, jika merasa lelah mengapa tidak rehat dulu? agar rasa syukur itu benar-benar meresap dalam dada.

Isi dari keseluruhan lagu ini menceritakan tentang seseorang yang gundah, menelisik setiap keaadaan yang selalu dipola dan dikonsep sedemikian rupa, penggambaran kisah dari setiap lirik yang ditorehkan sang penulis menyampaikan bahwa semua itu hal wajar namun menjadi tidak wajar karena kita harus berpura-pura. Menghancurkan dinding keegoisan diri yang telah melupakan bagaiman cara untuk memaafkan, memahami hingga menerima diri. Dengan lagu Runtuh ini sedikit terilhami, diingatkan bahwa semua yang kita lakukan jauh dari semua itu, menutup semua kegelisahan sang penulis dalam lirik terakhirnya menekankan “Ku tak ingin lagi membohongi diri, Ku ingin belajar menerima diri”. Menyembunyikan kesedihan, penderitaan adalah bentuk kepedulian kita terhadap orang sekitar dengan alasan tidak ingin merepotkan, namun tidak salah bukan? jika memberikan sedikit waktu untuk menenangkan diri mencari setiap cara untuk mengikhlaskan semua yang terjadi. Berperan, berpura-pura baik saja tidak sehat maka dari itu luangkan waktu untuk rehat dan bagian terbaiknya adalah menerima diri. Stay healthy Guys, love yourself, happy listening!!

 

** Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Prodi PBSI. Aktif berkegiatan di Organisasi Mahasiswa Peduli Sosial (MPS).

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here