Kesunyian
Oleh: Asep Perdiansyah
Duduk sendiri di bawah pohon
Ditemani semilir air menyapa tubuh
Kicau burung saling bersahutan
Daun perlahan jatuh ke tanah
Hati selalu rindu kebersamaan
Tanggungjawab tak bisa ditinggalkan
Demi menggapai sebuah harapan
Memenuhi aneka kebutuhan
Semua adalah sebuah perjuangan
Memberikan yang terbaik untuk keluarga
Hanya bisa menyapa kesunyian
Ditemani gemercik air sungai
Biarkan semuanya menjadi kenangan
Berusaha memberikan sebuah kebaikan
Agar bisa menjadi bekal diakhir perjalanan
Sampai hayat kembali kepangkuan
(Kalimantan Tengah, 10 Juni 2022)
Kesuksesan
Perlu perjuangan dan pantang menyerah
Selalu bermain dengan waktu
Kesalahan adalah pembelajaran
Terus berproses memperbaiki diri
Halangan dan rintangan selalu menghampiri
Tetap bangkit walaupun jatuh berulang kali
Berlari dan melompat lebih tinggi
Menggapai sebuah angan dan mimpi
Hidup sejatinya adalah sebuah perjalanan
Ada permulaan dan juga akhir setiap insan
Terbang tinggi menggapai awan
Berlayar mengarungi sebuah lautan
Perlahan bangkit demi sebuah kesuksesan
Berusaha dan berdoa harus dijalankan
Agar bisa menggapai sebuah tujuan
Demi membuat indah masa depan
(Kalimantan Tengah, 09 Juni 2022)
Petualangan
Melewati angkasa menuju tujuan
Berbaris gedung sepanjang jalan
Masuk melewati keindahan hutan
Jalan tanah berlubang menerpa angan
Naik perahu menyeberangi sungai perlahan
Terdengar kicau burung bersahutan
Matahari memantulkan cahaya keemasan
Angin berhembus memberikan kedamaian
Kabut putih menghiasi pagi
Deru tegap suara langkah kaki
Siap mengabdi untuk Ibu Pertiwi
Memberi manfaat hingga nanti
Menatap senyum ceria generasi bangsa
Semangat menggelora dan membara
Menyongsong sebuah cita-cita
Agar bisa lebih baik kedepannya
(Kalimantan Tengah, 08 Juni 2022)
Mimpi
Melihat angkasa melewati cakrawala
Menggepakkan sayap menggapai cita
Mimpi berjalan menjadi nyata
Sebuah angan menyapa asa
Semangat terus membara dan menggelora
Terus berjuang dengan sejuta angan yang ada
Berjalan walaupun penghalang selalu dimata
Pohon dan sungai mengiringi cerita
Awan cerah berwarna biru mengudara
Kicau burung saling menyapa
Hembusan angin menyapa raga
Membangunkan mimpi mengapai cita
Hidup perjalanan menuju Sang Pencipta
Penuh dengan suka dan duka
Berusaha melaluinya dengan sempurna
Agar tidak menyesal nantinya
(Kalimantan Tengah, 08 Juni 2022)
Sinyal
Sinyal dimanakah engkau berada
Mencarimu hingga berkelana
Tiba-tiba hilang tanpa kata
Keliling mengangkat tangan keangkasa
Cepatlah kembali wahai sinyal cinta
Menunggu dengan segudang cita-cita
Duduk termenung mengukir cerita
Bisa terhubung dengan dunia maya
Perjuangan kami mencarimu luar biasa
Harus berjalan menelusuri pohon tua
Sejenak engkau datang lalu menghilang juga
Berusaha agar sinyal bertahan hingga lama
Tower tanda bahwa kamu ada
Namun tak terlihat dari Menara
Akan Aku cari hingga ada
Cepatlah datang agar dapat berbahagia
(Kalimantan Tengah, 29 Mei 2022)
***Tentang Penulis
Asep Perdiansyah, S.Pd., M.Pd., Gr. lahir di Panjang, 03 Februari 1989. Riwayat pendidikan S1 FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lampung dan S2 Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) Universitas Lampung. Karya-karya puisi telah dimuat di media lokal dan nasional. Beberapa buku antologi puisinya “Cerita Tentang Kita”, “Di Ujung Jalan”, dan “Time Line”. Seorang Kepala SMK Maharati Kalimanatan Tengah. Juara Kepala Sekolah Berprestasi Jenjang SMK Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021.












