Toleran sejak Dini

0
723
Ilustrasi toleransi (Dok. IDN Times)

Oleh: Ach. Zainuddin*

Mari kita mulai dengan bercerita, dengan harapan semuanya dapat mengerti dengan mudah, dan tidak ada yang menampakkan ketersinggungan

Hari ini, adalah hari pertama Putri masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hari pertama biasanya selalu memberikan kesan spesial, meskipun tidak selamanya baik. Tak jarang kita jumpai, hari pertama selalu ada cerita duka tentang kesendirian dan keterasingan, terutama bagi kita yang berbeda.

Namun, Putri benar-benar menjumpai kesan baik di hari pertama masuk sekolah. ada berbagai macam siswa siswi dari latar belakang keluarga yang beda, baik moral, budaya, bahkan agama. Semua itu didapatkan di sekolah SMP Negeri 2 Sumenep.

Meskipun berbeda, di sana terlihat jelas sikap saling menghormati satu dengan yang lain. Sehingga sopan santun tetap teramalkan di sekolah itu.

Salah satu contohnya saat Putri mengerjakan tugas kelompok dengan orang luar Madura yang bahasa dan budayanya berbeda. Meski berbeda, Dina tetap menampakkan sikap andhap ashor yaitu sopan santun dalam bahasa Madura.

Saling menghormati sudah menjadi kewajiban bagi warga negara Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam pancasila “Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Kita sebagai Bangsa yang kental akan budaya santun dan norma, seharusnya tertanam kuat sifat tersebut. bahkan dari zaman ke zaman bangsa ini tidak pernah lepas dari sifat-sifat itu. Terlebih lagi, bangsa ini memiliki beragam suku yang pastinya mempunyai karakter yang berbeda-beda. Namun, tetap bisa bersatu dan saling menghormati dalam bingkai Indonesia.

Secara sederhana saling menghormati juga dikenal dengan Toleransi. Meminjam bahasa Tillman dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Nilai Untuk Kaum Muda Dewasa, bahwa toleransi adalah saling menghargai, melalui pengertian dengan tujuan kedamaian. Toleransi adalah metode instan menuju kedamaian.

Saling menghormati merupakan perilaku wajib yang harus diterapkan jika ingin merasakan keharmonisan dalam hidup. Karena pada dasarnya, sikap saling menghormati merupakan sifat dasar yang harus dipenuhi manusia dalam berinteraksi. Tidak hanya keharmonisan, sikap toleransi juga bisa menimbulkan hal positif lainnya.

Misalkan saat berada dilingkungan sekolah atau kampus. Sikap toleransi harus sudah melekat pada diri kita, karena disitulah barangkali semuanya berawal.

Secara mendasar, manusia mempunyai kecenderungan untuk ingin dimengerti dan dihormati. Maka dari situlah penanaman dan penerapan sikap toleransi harus dilakukan. Karena Orang-orang akan bersikap sebagaimana kita bersikap. Saat kita menghargai orang, begitupun sebaliknya, orang tersebut akan menghargai kita.

Ketika kita bisa menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak peduli di bumi manapun kita tinggal, orang-orang akan dengan senang hati menyambut kehadiran kita.

Toleransi bisa dimulai sejak dini, sejak kita masih di bangku pendidikan, baik sekolah dasar, menengah, dan tinggi. Penanaman sikap toleransi sejak masih dalam lingkup pendidikan bisa dimulai dari hal-hal sangat sederhana. Seperti mendengarkan pendapat teman kita, meskipun tidak sepemahaman dengan kita.

Barangkali tidak jarang kita temukan, konflik antar teman dimulai dari pendapat yang berbeda. karena pada saat itu kita seperti sedang mempertaruhkan harga diri. Harga diri yang sangat kita junjung tinggi. Mungkin.

Toleransi memang haru dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana. Seperti menghilangkan status sosial saat berinteraksi dengan orang lain. Penanaman sikap toleransi dapat dicapai hanya saat kita mampu menetralisir ego kita, menghilangkan status sosial, membuang tinggi pikiran tinggi, kemudian menjadi seperti laut yang menerima segalanya.

Lebih spesifik persoalan saling menghormati dan menetralisir ego tertuang dalam butir pancasila nomor 18. Butir itu berisi tentang keharusan menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Secara sederhana, persatuan dan kesatuan itu harus di atas kepentingan pribadi dan golongan. kesatuan yang dimaksud juga berarti perdamaian, yaitu pencegahan terjadinya gesekan atar individu atau golongan karena kepentingan dan ego.

Mari mulai menanamkan toleransi sejak hari ini dalam keseharian kita. Salam toleransi.

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Sumenep Semester 3. Aktif di LPM Retorika.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here