Kawal Masa Depan Kampus, Ratusan Mahasiswa STKIP Kepung Kantor PPLP

0
837
Antusias: kurang lebih 500 mahasiswa mendengarkan tuntutan BEM STKIP PGRI Sumenep di kampus setempat, pada Senin (05/12/22). (Rofi/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com- Ratusan Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep ikut berpartisipasi mengawal audiensi yang dikomandani oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) kampus setempat.

Ratusan mahasiswa tersebut, tergabung dari beberapa Program Studi (Prodi) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mereka mengepung kantor Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Sumenep, pada Senin (05/12/22).

Khairus Soleh selaku Kordinator Umum (Kordum) aksi memaparkan, audiensi yang dilakukan BEM tidak lain menyoal tentang persoalan-persoalan yang masih belum jelas di kampus. sehingga PPLP harus bertanggung jawab untuk menanganinya.

Hal demikian dapat diukur melalui ketercapaian visi misi kampus yang masih belum tercapai. Ditambah dengan adanya persoalan go universitas yang hanya tinggal janji saja. Pasalnya, janji tentang universitas memang sudah sejak lama di gembar-gemborkan. Bahkan,  sempat adanya pemberitahuan besar-besaran yang dilakukan melalui pamflet dan twibon.

Menurut eros, universitas memang menjadi harapan besar dan membanggakan yang selalu dinanti mahasiswa. Sehingga sejak adanya pemberitahuan proses peralihan, ia tidak pernah berhenti menunggu informasi baik perubahan status.

“Dari beberapa data yang ditemukan oleh kami capaian visi-misi kampus malah menuju kepada arah yang berlawanan dari kemajuan,” paparnya.

Heros juga menambahkan, bahwa seluruh mahasiswa yang ikut aksi bisu itu juga mengharapkan kejelasan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Beasiswa yang menjamin biaya kuliah dan biaya hidup itu telah menjadi janji besar Ketua Kampus Taneyan Lanjhang periode kemarin.

Sehingga, perlu adanya komitmen dai ketua PPLP dalam menentukan ketua STKIP periode 2022-2026. Komitmen tersebut berupa objektivitas dan kehati-hatian. Sehingga pemilihan tersebut tidak didasari kepentingan kelompok tertentu.

“Hingga soal komitmen PPLP dalam memilih pemimpin baru secara objektif dan tanpa kepentingan kelompok tertentu. Tentunya akan mengarahkan kepada masa depan kampus yang lebih baik,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Salah satu peserta aksi Moh. Safwanul Haqiqi memaparkan, kawalan ini sangat baik. Sebab, benar-benar untuk kemaslahatan umat. Bahkan, dirinya meminta seluruh mahasiswa untuk sadar dan berpartisipasi. Karena menurutnya, persoalan ini harus dikawal sampai tuntas.

“Apalagi terkait janji tentang go university, yang sampai saat ini masih belum terealisasi. Jadi, para birokrasi yang ada di kampus, terutama PPLP secepatnya mengusahakan kampus kita menjadi kampus yang mampu berdaya saing bertaraf Nasional,” tanggapnya.

Selain itu, Khairus Soleh tidak lupa mengutarakan harapannya terhadap tuntutan yang telah disetujui oleh PPLP. seharusnya tuntutan tersebut tidak hanya berhenti dengan tanda tangan di atas kertas saja.

“PPLP harus bisa melihat arah kebaikan kampus dari pada kenyamanan pribadi. Karena, hal ini akan berdampak terhadap masa depan seluruh lini sektor yang ada di kampus. Baik dari dosen, pengelola, lebih-lebih mahasiswa,” tandasnya.

 

Reporter: Naila

Redaktur: Rofi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here