Oleh: Hasan Liema A.
Sebagian orang mempertanyakan bagaimana cara menjalankan hidup dengan baik. Sebagian lagi menjalani tanpa peduli dengan pertanyaan. Sebagian yang lain mempertanyakan bagaimana hidup yang telah dijalani.
Setiap orang memang punya versi tersendiri dalam menjalani hidup. Meskipun, terkadang sama dengan yang lain dengan perbedaan yang sangat tipis.
Ada orang yang menjalani hidup dengan penuh kesemangatan. Hidup dengan layaknya perlombaan yang tak boleh lengah sedikitpun. Sedangkan yang lain ada yang menjalani hidup dengan penuh santai. Hidup tanpa beban sedikitpun.
Sebut saja salah satu tokoh kartun yang ikonik dalam serial Spongebob, yaitu Petrik. Ia adalah tokoh yang berpegang teguh pada satu prinsip “Art Of Doing Nothing” (Seni tidak melakukan apa-apa). Sebuah prinsip hidup yang mungkin bagi sebagian orang sangat menjengkelkan. Sebab, prinsip tersebut berkonotasi negatif dengan istilah lain sebagai “seni bermalas-malasan”. Begitulah Petrik menjalani hidupnya. Namun, apakah hidup dengan cara demikian benar-benar negatif?
Saya rasa tidak, cara hidup Petrik yang terlalu santai dalam serial SpongeBob dapat dipandang sebagai nilai positif yang menginspirasi. Sikapnya yang tenang dan sederhana dapat dikaitkan dengan beberapa teori filsafat dan psikologi yang menekankan kebahagiaan dan keseimbangan emosional.
Sikap santai Petrik bisa dilihat sebagai penerapan prinsip stoikisme. Seperti aliran filsafat ini, Petrik menerima kehidupan dengan sederhana dan tanpa banyak tekanan. Ia tidak terlalu terpengaruh oleh masalah eksternal, melainkan memilih untuk menjaga ketenangannya dalam situasi yang sulit. Kemampuannya dalam menikmati setiap momen mengingatkan kita untuk menerima apa yang tidak dapat diubah dan menemukan kedamaian di dalamnya.
Selanjutnya, Petrik juga mewakili semangat filosofi hidup “Carpe Diem” atau “seize the day”. Ia hidup dengan cara menikmati saat ini tanpa terlalu khawatir tentang masa depan atau menyesali masa lalu. Pendekatan ini memberikan inspirasi kepada penonton untuk menghargai dan mengejar kebahagiaan serta kepuasan di dalam setiap momen yang ada.
Sikap santai Petrik mencerminkan prinsip psikologi keseimbangan emosi. Ia adalah tokoh yang tidak mudah terpengaruh oleh tekanan atau emosi negatif. Petrik mampu menjaga keseimbangan emosionalnya dan tetap tenang dalam berbagai situasi. Pendekatan ini mengajarkan pentingnya mengelola emosi dengan baik, sehingga kita dapat menikmati ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, sikap santai Petrik dapat dikaitkan dengan konsep “Wu Wei” dalam Taoisme, yang berarti “berbuat tanpa berbuat”. Petrik hidup dengan cara yang alami dan tidak memaksakan kehendaknya pada dunia. Ia tidak terlalu khawatir tentang pencapaian atau keberhasilan, melainkan membiarkan aliran kehidupan membawanya. Pendekatan ini mengajarkan kita untuk menghargai keadaan yang ada dan menemukan kepuasan dalam hal-hal sederhana.
Begitulah mungkin berbagai sudut pandang yang melatarbelakangi kesantaian Petrik. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara penerimaan terhadap kehidupan apa adanya dan motivasi untuk mencapai tujuan yang berarti. Dengan mengadopsi sikap santai yang seimbang, kita dapat menemukan kebahagiaan dalam setiap momen dan menjalani hidup dengan lebih bermakna. Namun, Apakah kamu sudah membaca dan berpikir dengan cermat?.
*Penulis yang ingin membaca tulisan orang-orang di sekitarnya.












