MEDIARETORIKA.com–Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Matematika (PMTK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep bakal memberangkatkan 191 mahasiswa study tour ke Pare.
Pemberangkatan itu dijadwalkan pada Jumat (12/12/25) yang berpusat di kampus setempat. Tercatat, sebanyak 191 mahasiswa dari tujuh kelas akan mengikuti kegiatan ini, terdiri dari:
Prodi PGSD
A: 36 orang
B: 33 orang
C: 33 orang
D: 34 orang
E: 24 orang
F: 14 orang
Prodi PMTK
17 orang
Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Bahasa Inggris yang diampu oleh Hodairiyah pada kelas A–D Prodi PGSD dan Jihat Nurrahman yang mengampu kelas E–F Prodi PGSD serta satu kelas di PMTK.
Baca Juga: Ciptakan Tradisi Baru, LPM Retorika Mulai Terapkan Evaluasi Pekanan Karya Tulis Anggota
Lebih lanjut, menurut pengakuan beberapa mahasiswa dari tujuh kelas itu mengungkapkan bahwa biaya yang ditetapkan untuk kegiatan study tour ini sebesar Rp500 ribu.
“Untuk biayanya sendiri itu sebesar 500 ribu,” ungkap salah satu mahasiswa yang enggan disebut identitasnya.
Selain itu, menurut informasi yang Mediaretorika.com himpun, kegiatan lintas prodi ini diwajibkan di beberapa kelas, yaitu pada kelas A–D Prodi PGSD.
Saat dikonfirmasi, dosen pengampu mata kuliah kelas tersebut, Hodairiyah, membenarkan adanya informasi itu. Menurut penjelasannya, pada awalnya dirinya memang mewajibkan kegiatan tersebut tanpa memberikan pertimbangan kepada mahasiswa.
Namun, sesaat setelah itu, dirinya mengklarifikasi dan mengatakan bahwa kewajiban itu muncul karena banyak mahasiswa yang antusias mengikuti studi banding ke Pare. Atas dasar itu, kegiatan tersebut kemudian ditetapkan sebagai kegiatan wajib.
“Karena saya tidak memberikan pilihan ya dan hanya mewajibkan. (Lalu diklarifikasi) Sebelumnya saya tawarkan dan mahasiswa mengiyakan dan akhirnya diwajibkan,” ucapnya.
Dosen yang kerap disapa Miss Day itu menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan dampak besar kepada mahasiswa dengan metode belajar interaktif di luar kelas.
Baca Juga: Mahasiswa UPI Sumenep Gantungkan Kuliah pada Beasiswa KIP
“Ini baik untuk pengembangan intelektual mereka, dan saya ingin menciptakan metode belajar teori di luar kelas disertakan aksinya. Karena itu dibutuhkan untuk pengalaman mahasiswa dalam waktu jangka panjang,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan perhitungan Mediaretorika.com, jika diakumulasikan biaya dari jumlah seluruh mahasiswa yang ikut, mencapai Rp95,5 juta.
Reporter: Nazar
Editor: Dita












