Masuk Kuliah Berbekal Kabar 90 Persen Lolos KIP, Mahasiswa UPI Sumenep Kini Dihadapkan pada Ketidakpastian Nasib

0
565
MEGAH: Suasana petang gedung utara kampus UPI Sumenep (Mediaretorika.com)

MEDIARETORIKA.com–Tanggapan pimpinan Universitas PGRI (UPI) Sumenep terkait kejelasan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) pada Rabu (07/01/26), memicu berbagai respons dari mahasiswa pendaftar.

Berita Terkait: Kuota KIP Terbatas, Pimpinan UPI Sumenep Tegaskan Tetap Cari Jalan bagi Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa menilai belum ada kepastian terhadap mereka yang menggantungkan harapan pada beasiswa tersebut. Salah satunya mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Moh. Mannan. Dia mengaku sempat pasrah dan berniat langsung bekerja selepas tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) karena keterbatasan ekonomi.

Namun Mannan memutuskan untuk kuliah karena dirinya mendapatkan informasi bahwa jika berkuliah di kampusnya saat ini berkesempatan besar dapat KIP.

“Orang tua saya petani dan punya harapan besar saya bisa kuliah karena mendengar kabar 90 persen pendaftar lolos KIP-K. Itulah yang membuat saya kembali punya harapan,” ujarnya.

Tetapi, kenyataannya, namanya tidak terdaftar dalam 50 penerima yang dinyatakan lolos KIP dari 560 pendaftar. Oleh sebab itu, dirinya merasa pupus harapan untuk kembali melanjutkan kuliah dengan latar belakang ekonomi yang tidak mencukupi.

“Jika tidak dapat KIP, secara otomatis tidak akan memiliki biaya untuk kuliah nak, kata ibu saya,” ungkap Mannan getir.

Baca Juga:Aksi Demonstrasi BEM UPI Sumenep Desak DPRD Tolak Wacana Pilkada Lewat Legislatif

Serupa, mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Haikal juga mengungkapkan kegelisahan yang sama. Sebagai pendaftar KIP-K dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, dia mulai berpikir dua kali untuk melanjutkan semester berikutnya.

“Saya tidak mau putus kuliah, tapi orang tua saya sudah tua dan tidak mampu. Kalau tidak dapat KIP, sepertinya saya akan putus kuliah,” ungkapnya.

Di sisi lain, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Khotibul Umam, masih menaruh harapan besar kepada Rektorat UPI Sumenep agar permasalahan ini segera menemukan solusi yang konkret. Dia menginginkan transparansi dan keseriusan pihak kampus dalam memperjuangkan nasib mahasiswa kurang mampu.

“Saya sangat berharap pihak kampus mengatasi permasalahan ini dengan sebetulnya, agar saya dan teman-teman tetap bisa kuliah dengan tenang,” pungkasnya.

Reporter: Izul

Editor: Dita

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here