Dermaga Tanpa Kepulangan dan Sajak Puisi Lainnya

0
227
Ilustrasi by Ivan/Mediaretorika.com

Dermaga Tanpa Kepulangan

Oleh: Izul

Dikala kehidupan tak lagi berarti

Tapi masih kujalani sendiri

Tanpa keluarga, semua kulakukan sendiri

Dikala kehidupan tak lagi punya tujuan

Aku bertanya tanya “untuk siapa aku hidup di dunia ini?”

Disaat malam menyelimuti bumi

Dan kebisingan diganti dengan kesunyian

Seakan-akan dunia pun meratapi hidupku ini

Disaat itu pula kuungkapkan isi hatiku kepada tuhanku

Tuhan…… Aku juga ingin kebahagian

Aku juga ingin keluarga seperti teman-temanku yang lainnya.

Yang di saat pulang sekulah, disambut oleh ibunya

Disaat pulang sekolah di jemput oleh ayahnya

Dan disaat wisuda pun kedua orang tuanya ada di samping menemani dirinya

Aku juga ingin seperti itu!!

Kadang aku bertanya pada diriku sendiri

Untuk apa aku hidup di dunia ini

Jikalau keluargaku meninggalkan aku sendiri

Ia pergi untuk selamanya, dan tidak akan kembali lagi.

Aku bercita-cita ingin sukses

Ingin jaya…

Tapi untuk apa?………

Ketika keluarga yang ingin aku ada di saat aku jaya sudah tidak ada lagi dunia ini

Aku ingin ia bahagia, melihat aku yang sudah berhasil.

Tapi itu semua……. Hanya keinginan semata yang tak akan pernah tercapai

Sehingga kumenyadari, bahwa nikmat tuhan terbaik ialah bersama keluarga

 

Sukma Terpejam

Karya: Farikul Hasan

Keasingan tersembul di antara ngarai tak bertulang

Mentari yang samar ikut menuangkan gelombang lahar

Tangkai pun mengelupas bersimbah jeritan belukar

Hingga jantung melepuk merangkak membawa nyanyian lapar

Batu-batu berzikir di antara panasnya dahaga

Merangkul syahadatku yang kini tinggal kiasan belaka

Kedamaian yang dulu tercipta kini menjinjit pilu dalam kerangka

Hingga bangkaiku berdegup pelan di antara hamparan rimba

Sepotong tuas yang patah terjatuh di atas topeng-topeng tembaga

Sementara akar mendesah mengiringi lantunan sukma terpejam

Tuhan peluklah aku dalam dekapan adzan yang berkumandang

Tuntun lah aku lewat shalawat yang senantiasa menghiasi rahim kehidupan

Bawalah aku menyusuri doa yang senantiasa dilantunkan

Agar sukmaku terbebas dari keserakahan dan kelalaian tombak-tombak sembahyang

Sumenep, 25 November 2025

Ikuti Saluran Whatsapp Mediaretorika.com untuk Berita Populer Lainnya

May I Be Happy

Oleh: Norfamilia Zenda

Will those days truly come to me,

Where the sun is always bright, worry-free?

A life where simple joy is real and near,

Not just a distant dream I hold so dear.

Every day, there’s a weight that starts to cling,

A little obstacle that life decides to bring.

I see the people on the shining algorithm stream,

Living out the perfect, effortless, happy dream.

Do I just keep surviving, holding on this way,

Until I stumble onto that brighter day?

May I be happy?

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here