Kuebiko

0
928
Penulis: Gusti Fahriansyah

Oleh: Gusti Fahriansyah

Setiap rebas-rebas memeluk pepohonan
Pelan-pelan warna permukaan makin pekat
Petrikor menjalar ke segala sudut kota
Yang cerewet tanpa bisa kita tolak.

Kita dikelilingi bermacam wajah
Yang bersembunyi di mulutnya
Kapan saja dengan tiba-tiba bicara cinta
Di samping kita menekuni kehampaan diri.

Sementara di jalanan
Kubangan gerimis melukis mangata
Mendekati bayangan cita-cita di tubuh
Yang mencintai sisa waktu dan mengasihi nasib.

Kita berkeliling pada kepala sendiri
Mencari bagaimana cara kerja hidup
Dan menyulut cinta tanpa redup.

31 Desember 2021

 

*Penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Karya-karyanya telah diterbitkan di berbagai media online dan cetak.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here