Surat yang Pulang
Oleh: Melodi Rafasya (D. Wijaya)
Di dada bidang yang lapang
Kecilku bersandar
Terbungkus kenyamanan
Terkemas kesetiaan
Yang kupikir takkan pernah usai.
Kepada engkau;
Tua dan renta di sebrang sana
Dua sosok malaikat
Menjelma...
Hujan Mulai Mereda
Oleh: Aprili Efidayanti
Dan saat hujan mulai mereda
Hatiku masih basah
Ada yang menolakku
Sekedar berhenti memilu
Angin perlahan mulai menusuk kulitku
Ada bulir senyum jatuh di pelupuk mataku
Tepat saat...
dinding kaca
Oleh: Nur Asia Jamil
Selamat datang di plastik perbaikan yang nyatanya perkacungan
Diam sebagai kacung atau bergerak sebagai penghianat
Penghianat sama dengan ulat
Menjadi hina dan tempat umpat
Baja...
Dinding Kaca
Oleh: Suhaidi (Sukab)
Sebuah ruang persegi.
Di dinding, ku lihat banyak sekali gambar
yang sebagian warnanya mencoba kabur dan sebagian lainnya mencoba tetap tinggal dengan banyak alasan.
Layaknya...
Sedihnya Alam
@Psycho_
Oleh: Malik Maulana Ibrohim
Ketika mendung mulai merangkak mendekat
Jangan salahkan cerah yang mulai menghindar menjauh
Menatap memikat melihat alam
Begitu sedih menangis pilu penuh amukan
Anginnya tak lagi...
Di Ujung Kata
Oleh: Mr.X
Di ujung kata-kata
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu...
Pena Kehidupan
Oleh: Red Rose
Lembaran putih
Tergores tinta hitam
Hitam
Sehitam undang-undang cipta manusia
Resah
Gelisah
Menghantui rakyat jelata
Lantaran, istana negara menjelma neraka
Senja kala
Berita angin merebak
Mengiringi senandung lara beta
Pilu, bergemuruh di bawah...
Mengejar Luka
Oleh: Sri Ummi Nabila Qur'ani Fajri
Luka yang begitu dalam
Kau siram dengan kepedihan
Kau tekan ke dalam samudra
Perih bahkan sakit
Lagi-lagi kenangan kembali meraba
Merangsang setiap lekukan keindahan
Dan...
Nasihat Ibu
Oleh: Khuzaimah
Anakku,
Apakah lorong panjang masih menyiapkanmu rasa nyaman;
Mendekatkan rindumu pada harapan dan keteguhan
Mengumpulkan siasat kejam para birokrat tak bertuan
Atau hanya meninggalkan cedera pada mereka...
Sajak Seorang Preman Sebelum Jadi Penyair
Oleh: Gusti
Masih kuingat betul jalan menuju kita, kekasih!
Sebelum aku menjadi penyair dan mencintaimu.
Saban hari kota lebih sering menerjemahkan kekosongan
Perkara macet adalah seisi kepal aku...














