Resah
Oleh: Fitriani
Resah tanpa arah di gurun pasir sayu
Tergopoh mengintari waktu
Di sebelah ranting yang kering tak berguna
Kicau burung sayup terdengar
Di rintik resah yang tak berarah
Awan...
Langgar Hijaiyah
Oleh: M. Aidarus
Di hadapan dampar kau basuh kumal lidah dengan basah lafal bismilah
Menatih a-ba-ta hingga fasih fatihah
Dalam dada kau bangun langgar kalamullah dengan pondasi...
Salah Jalan
Oleh: Riski Hasanah
Salah jalan
Harusnya timur yang aku tuju
Kau menjaring barat yang jauh
Menyajikan manis yang senja
Yang ku tapak masih saja batu
Buta akan tanah
Yang pekat amis...
Daun Masih Biru
Oleh: Zaen
Waktu silih berganti rotasi bumi mengelilingi hati
Pagi ini kubacakan sajak puisi pada daun yang biru
Bisu bungkam tak dapat melontarkan sepatah kata
Untuk hari ini...
GADISKU
Oleh: Pemulung Kata
Awal mula hanyalah kata lalu luruhlah rasa
Tentang kau, aku dan sajak-sajak kita
Semuanya terbingkai indah dalam sanubari
Kau gadis manis yang datang bersama bulan...
Sepenggal Puisi Hampa
Oleh: Pemulung Kata
Aku masih di sini
Berdiri sendiri
Di puncak rasa yang abadi
Bersama segurat mimpi-mimpi
Di batas harap kudekap bayang
Yang kian terkikis dan menghilang
Kala kelu kian memapah...
Khatifah Senja
Oleh : Pemulung kata
Syiarkan olehmu,
wahai rembulanku
Bisikkan padanya,
gurindam rindu konser sunyi di bukit adam hawa
Deras mutiara,
membanjiri pipimu merah merona
Menyepah angin, meminang kamar, mengeluh, meratapi mimpi
mengecup...
Puisi Abd. Wafi – Sarwa
Oleh: Abd. Wafi mm
Sarwa
1/
Sudah menjadi bumbu, setiap ada orang berpulang
Kami senantiasa berbondong-bondong mendekati rumah duka.
menyumbat hujan air mata terlalu basah
Dengan mantra di malam sunyi...
Aku dan Sajak Usangku
Oleh : Elang Kelana
Pagi menyapa bersama tiupan angin
Merenda kenangan yang semalam terjungkal
Aku hanya terdiam dan terdiam
Hanya mampu mengurai sajak usang
Entahlah
Sampai kapan semua ini berlaku
Mungkin...
Lelaki yang Mencintai Stasiun N
Oleh: Gus Fahri
Di tempat pemberhentian
Lelaki dengan jam mungil di tangannya
Menatapi tiap-tiap orang menuruni gerbong kereta
Usai melancong untuk melawan nasib.
Dan beberapa orang berdiri
Menyisakan air mata...














