Sajak Seorang Preman Sebelum Jadi Penyair
Oleh: Gusti
Masih kuingat betul jalan menuju kita, kekasih!
Sebelum aku menjadi penyair dan mencintaimu.
Saban hari kota lebih sering menerjemahkan kekosongan
Perkara macet adalah seisi kepal aku...
Sajak-Sajak Via : Sahabatku
Oleh : Via
Sahabatku
Di keheningan malam yang sunyi
Di saat bintang-bintang menyinari bumi
Ku tertunduk lemas mengingat masa lalu
Berlinang air mataku
Di saat mengingat semua itu
Kenapa kau pergi...
Kumpulan Puisi Udin “Suara Mahasiswa”
Oleh : Udin
Suara Mahasiswa
Pak...
Siapakah yang harus di salahkan
Kalau pendidikan sudah berada di ambang kehancuran
Pak .....
Siapakah yang pantas kita salahkan
Ketika melihat mahasiswa sedang sibuk pencitraan.
Pak....
Siapa...
Luka yang Tersirat
Nama Penulis: Sinta S
***
Tajamnya Sebuah Pisah
Ribuan pisau menusuk relung hati
Securik luka yang lama terpendam
Luka yang tertutup oleh senyuman
Kini hadir berlomba-lomba hancurkan kalbu
Tidak ada suara...
Puisi-puisi Asep Perdiansyah
Kesunyian
Oleh: Asep Perdiansyah
Duduk sendiri di bawah pohon
Ditemani semilir air menyapa tubuh
Kicau burung saling bersahutan
Daun perlahan jatuh ke tanah
Hati selalu rindu kebersamaan
Tanggungjawab tak bisa ditinggalkan
Demi...
Lelaki yang Mencintai Stasiun N
Oleh: Gus Fahri
Di tempat pemberhentian
Lelaki dengan jam mungil di tangannya
Menatapi tiap-tiap orang menuruni gerbong kereta
Usai melancong untuk melawan nasib.
Dan beberapa orang berdiri
Menyisakan air mata...
Nasihat Ibu
Oleh: Khuzaimah
Anakku,
Apakah lorong panjang masih menyiapkanmu rasa nyaman;
Mendekatkan rindumu pada harapan dan keteguhan
Mengumpulkan siasat kejam para birokrat tak bertuan
Atau hanya meninggalkan cedera pada mereka...
Puisi Abd. Wafi – Sarwa
Oleh: Abd. Wafi mm
Sarwa
1/
Sudah menjadi bumbu, setiap ada orang berpulang
Kami senantiasa berbondong-bondong mendekati rumah duka.
menyumbat hujan air mata terlalu basah
Dengan mantra di malam sunyi...
Kumpulan Puisi Iradatul Aini: Dirimu Senja Padaku
DIRIMU SENJA PADAKU
Oleh: Iradatul Aini
Pada masa itu ialah jarak riuh resah ingin berjumpa, serta anganmu dan inginku menyemarak menyorak kalbu ingin bersapa.
Hari telah sampai...
Rindu yang Laknat
:poe lucka
Semisal pelukmu adalah candu
Maka kecupmu adalah racun
Yang menggerogoti tubuhku tanpa ampun
Ditemani sepi yang sunyi
Memoar pun kembali berdentang
Menyiksakan rindu yang laknat dan teramat
Aku ambigu,
Antara...















